WASHINGTON, CS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersumpah bahwa insiden penembakan dalam acara makan malam White House Correspondents’ Association tidak akan memengaruhi kebijakan militernya terhadap Iran.
Insiden terjadi Sabtu malam di Washington Hilton ketika seorang pria bersenjata, diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31) asal California, menerobos pengamanan dan melepaskan tembakan sebelum akhirnya ditangkap aparat. Seorang petugas terluka akibat tembakan, namun dilaporkan selamat karena menggunakan rompi antipeluru.
Trump bersama ibu negara dan sejumlah pejabat tinggi sempat dievakuasi dari lokasi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berbicara di Gedung Putih usai insiden, Trump menyatakan peristiwa itu tidak akan mengubah langkah pemerintahannya dalam konflik dengan Iran. Ia juga menyebut belum ada indikasi keterkaitan antara serangan tersebut dengan situasi geopolitik yang sedang berlangsung.
Sementara itu, jaksa federal Jeanine Pirro menyatakan pelaku menghadapi sejumlah dakwaan awal, termasuk penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan serta penyerangan terhadap aparat federal.
Di tengah eskalasi konflik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan melanjutkan upaya diplomatik ke sejumlah negara guna mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir dua bulan.
Perkembangan lain datang dari Jerman. Menteri Pertahanan Boris Pistorius menyatakan negaranya akan mengirimkan kapal angkatan laut ke kawasan Mediterania sebagai bagian dari kesiapan mendukung misi internasional pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Langkah tersebut diambil menyusul ketegangan di kawasan setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sebagian besar distribusi energi global, sebagai respons atas operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.
Pemerintah Jerman menyebut pengerahan lebih lanjut ke kawasan konflik tetap memerlukan persetujuan parlemen.*

