PALU, CS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dengan menggandeng para distributor bahan pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama 32 mitra distributor yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Rabu (1/7/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Irmawati.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan aktif para distributor sebagai ujung tombak penyaluran kebutuhan pokok kepada masyarakat.

“Tujuan kita mengundang Bapak dan Ibu sekalian adalah dalam rangka pengendalian inflasi daerah di Kota Palu. Bagaimana kita bersama-sama menjaga agar stok bahan pangan tetap tersedia, sekaligus menyepakati langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga di Kota Palu,” ujar Imelda.

Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging, ikan, hingga kebutuhan pokok lainnya agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang stabil dan terjangkau.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Palu bersama para distributor menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat koordinasi dalam menjaga pasokan pangan, menjual komoditas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), berbagi data stok dan harga secara berkala, mendukung operasi pasar dan pasar murah, mencegah penimbunan serta spekulasi harga, melakukan evaluasi setiap tiga bulan, hingga mempercepat koordinasi apabila terjadi gangguan pasokan maupun lonjakan harga.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Pemkot Palu dan seluruh mitra distributor menandatangani kesepakatan untuk menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi, serta memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman bagi masyarakat. *