DONGGALA, CS – Pemerintah Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, mengembangkan kebun pangan sebagai salah satu inovasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Melalui program tersebut, hasil panen berupa berbagai jenis sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA) dibagikan kepada keluarga berisiko stunting serta anak-anak stunting di lima dusun.

Program yang dijalankan bersama Tim Penggerak PKK dan kader kesehatan desa itu menjadi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan desa.

Berbagai jenis sayuran yang dibudidayakan dipanen secara berkala, kemudian didistribusikan kepada keluarga sasaran agar kebutuhan gizi harian dapat terpenuhi.

Selain menyediakan sumber pangan sehat, kebun tersebut juga ditanami tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kesehatan keluarga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Desa Bale dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Upaya pencegahan tidak hanya difokuskan pada pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui penguatan ketahanan pangan keluarga.

Kepala Desa (Kades) Bale, Adam, mengatakan selain mengembangkan kebun gizi, Pemerintah Desa Bale juga menjalankan berbagai program pencegahan stunting lainnya, di antaranya pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, pelaksanaan Rembuk Stunting Desa, serta inovasi “Chating deng Tari” (Cegah Stunting dengan Telur Setiap Hari) yang telah berjalan sejak 2023.

“Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Desa Bale berharap angka stunting dapat terus ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini,” ucap Adam. *