MOROWALI, CS – Gereja Katolik STASI Bungku Tepe Asa Moroso yang berada di kompleks Kodim 1311/Morowali resmi difungsikan sebagai tempat ibadah setelah diresmikan oleh Uskup Keuskupan Manado, Monsinyur Benediktus Roli Untu M.Sc, Jumat (28/11/2025) pagi.
Peresmian gereja yang terletak tepat di samping Makodim 1311/Morowali tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Uskup Benediktus, Dandim 1311/Morowali Letkol Abraham S. Panjaitan, serta Asisten I Pemerintah Kabupaten Morowali, Asep Haerudin. Acara itu turut dihadiri sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Letkol Abraham S. Panjaitan menyampaikan bahwa hadirnya gereja ini menjadi momentum syukur bersama, karena selain sebagai sarana ibadah, keberadaan gereja mencerminkan simbol toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
“Mari kita jadikan gereja sebagai pusat penguatan iman, persaudaraan, dan kontribusi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Dandim juga menegaskan komitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan, sekaligus memastikan para jemaat, termasuk prajurit Kodim 1311/Morowali beserta keluarga, dapat beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
“Di lingkungan TNI, menjadi hal yang lazim bahwa dibangun tempat ibadah dari berbagai agama untuk para prajurit,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Morowali, Asisten I Asep Haerudin menyatakan bahwa pemerintah daerah memandang keberagaman sebagai kekuatan.
Ia menilai keberadaan rumah ibadah, termasuk gereja, berperan penting dalam menjaga keharmonisan sosial.
“Kami berharap gereja ini menjadi pusat pembinaan iman dan wadah pelayanan sosial,” kata Asep.
Pemkab Morowali juga berharap gereja dapat menjadi ruang komunikasi dan informasi, terutama bagi generasi muda dalam pembentukan karakter beriman.
Dalam sambutannya, Uskup Benediktus Roli Untu menegaskan bahwa peresmian gereja merupakan peristiwa luar biasa yang mengingatkan umat akan jati diri sebagai ciptaan Tuhan.
“Kami umat Katolik menyadari pentingnya gereja sebagai tempat menyatakan rasa hormat, kasih, dan penyampaian doa kepada Tuhan,” tuturnya.
Kedatangan Uskup Manado bersama para pastor dan suster disambut dengan prosesi adat To Bungku sebelum memasuki lokasi gereja.
Reporter: Murad


