PALU, CS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Rabu (4/2/2026).
Penetapan ini menyusul meluasnya area terdampak dan potensi bahaya yang mengintai masyarakat serta lahan produktif di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, mengatakan hingga Selasa sore, api masih aktif di 17 titik yang tersebar di 17 desa pada enam kecamatan.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21 hektare, termasuk kebun durian, cokelat, kelapa, cengkeh, hingga pala.
“Kebakaran ini sangat cepat menyebar. Kondisi cuaca panas ekstrem yang berlangsung hampir satu bulan terakhir memperparah situasi,” kata Asbudianto.
Ia menambahkan, kebakaran awalnya diduga dipicu oleh aktivitas pembersihan kebun kelapa oleh masyarakat, namun beberapa titik juga terbakar secara alami di padang alang-alang.
BPBD Sulteng telah mengerahkan satu unit alat berat, satu mobil tangki air, dan belasan personel untuk membantu pemadaman di kecamatan terdampak, yakni Tinombo, Parigi Barat, Parigi Tengah, Parigi Utara, Parigi Selatan, Sidoan, dan Pangi.
Meski status siaga telah ditetapkan, Asbudianto tidak menutup kemungkinan status dapat dinaikkan menjadi darurat jika kondisi memburuk.
Tim asesmen lapangan dari BPBD Sulteng saat ini tengah memantau situasi untuk menentukan langkah berikutnya.
“Jika api terus meluas, bukan hanya lahan pertanian yang terancam. Rumah penduduk dan ekosistem hutan juga berada dalam risiko tinggi,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak untuk tetap waspada, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, dan segera melaporkan jika melihat titik api agar dapat segera ditangani. *
Reporter: Aldi

