PALU, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid menegaskan bahwa saat ini dirinya belum memikirkan kontestasi politik jangka panjang, termasuk wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2031.

Ia menyatakan fokus utama pemerintah provinsi adalah menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah munculnya opini publik yang mulai mengaitkan dinamika politik daerah dengan potensi figur-figur yang disebut akan bersaing di masa mendatang.

“Insya Allah siapapun yang merasa bisa memimpin Sulteng tunggu saja 2031 baru kita sama-sama ikut Pilkada. Siapapun yang terpilih kita serahkan kepada masyarakat,” ujar Anwar Hafid.

Ia menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah menyelesaikan berbagai persoalan dasar masyarakat, seperti kemiskinan, pengangguran, hunian tidak layak, serta pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Sulteng.

“Saat ini kita fokus dulu urus rakyat, daerah kita masih banyak orang miskin, masih banyak rumah tidak layak huni, masih banyak pengangguran,” katanya.

Menurutnya, pemerintah provinsi saat ini tengah menjalankan sembilan program prioritas bertajuk “BERANI” yang menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.

Program tersebut mencakup BERANI Cerdas di sektor pendidikan, BERANI Sehat dalam layanan kesehatan, BERANI Lancar untuk infrastruktur, BERANI Menyala pada pemerataan listrik desa, BERANI Berkah pada penguatan nilai keagamaan, BERANI Makmur untuk ekonomi kerakyatan, BERANI Harmoni dalam kerukunan sosial, BERANI Sejahtera untuk perlindungan sosial, serta BERANI Berintegritas atau Berani Samporoa dalam tata kelola pemerintahan.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa seluruh program tersebut menjadi fokus kerja pemerintah bersama Wakilnya, Reny A. Lamadjido, terutama dalam tahun-tahun awal pemerintahan.

Ia juga menanggapi kritik publik terhadap program pemerintah dengan menyebutnya sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja.

“Kritikan itu adalah bentuk kecintaan terhadap daerah ini. Kami tidak perlu berbalas pantun di ruang publik, tapi menjawabnya dengan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah provinsi menegaskan bahwa fokus utama tetap pada implementasi program “BERANI” sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulteng. *