SIGI, CS – Peluncuran nasional 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis desa di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid dari Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/2026), bersamaan dengan pelaksanaan peresmian terpusat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, khususnya di sektor desa dan kelurahan.
“Ini adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Kita harus mampu mengelola urusan kita sendiri dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Presiden.
Di Sulteng, Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid mencatat percepatan pembangunan ratusan gerai Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Berdasarkan data per 15 Mei 2026, dari total target 1.981 koperasi desa/kelurahan di Sulteng, sebanyak 669 gerai telah memasuki tahap pembangunan fisik, dengan 60 di antaranya sudah rampung 100 persen.
Kabupaten Poso menjadi daerah dengan progres penyelesaian tertinggi, sementara beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Morowali Utara masih dalam tahap percepatan pembangunan, dengan 113 gerai menjadi fokus pengawasan intensif pemerintah daerah.
Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulteng bersama pemerintah kabupaten/kota dan Forkopimda siap mengawal penuh implementasi program koperasi tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai pusat layanan masyarakat yang terintegrasi di tingkat desa.
Program tersebut dirancang untuk mendukung berbagai program prioritas nasional lainnya, seperti Makan Bergizi Gratis, layanan kesehatan gratis, Sekolah Rakyat, serta penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
Selain itu, koperasi juga diharapkan menjadi pusat distribusi kebutuhan dasar seperti gas subsidi, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, apotek murah, hingga akses permodalan bagi pelaku usaha mikro.
Pemerintah Provinsi Sulteng menilai kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai instrumen penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan adanya program ini, pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan ekonomi berbasis komunitas dapat semakin kuat dan berkelanjutan di Sulteng. *

