PALU, CS – Kementerian Pertanian menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mendongkrak produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat yang hingga kini masih berada pada kisaran 3,3 ton per hektare per tahun, jauh di bawah potensi produksi yang dapat mencapai 5 hingga 6 ton per hektare.

Hal itu disampaikan dalam pembukaan Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 yang diikuti 127 petani kelapa sawit Kabupaten Pasangkayu di Hotel Aston Palu, Senin (22/6/2026).

Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Mula Putera, mengatakan peningkatan kapasitas petani menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri sawit nasional.

Menurutnya, tantangan pengelolaan perkebunan tidak hanya berkaitan dengan teknik budidaya, tetapi juga pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, akses permodalan, hingga pengelolaan rantai pasok.

Sebanyak 59 peserta mengikuti pelatihan teknis budidaya, sedangkan 68 peserta lainnya mengikuti pelatihan panen dan pascapanen kelapa sawit.

Mewakili Bupati Pasangkayu, Sekretaris Daerah Muhammad Muh. Zain Machmud mengatakan peningkatan kapasitas petani menjadi kebutuhan penting mengingat Pasangkayu merupakan salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Sulawesi Barat.

Pemerintah Kabupaten Pasangkayu juga menargetkan daerah tersebut menjadi salah satu wilayah percontohan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat nasional melalui penguatan kompetensi petani dan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Reporter: Anah