Warning: Undefined variable $args in /home/channels/public_html/wp-content/themes/satuwp/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56
Warning: Undefined variable $args in /home/channels/public_html/wp-content/themes/satuwp/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56
DALLAS, CS – Spanyol memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Portugal dengan skor tipis 1-0 dalam Derby Iberia di babak 16 besar. Gol dramatis Mikel Merino pada masa injury time menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat di Dallas Stadium, sekaligus mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia.
Namun, kemenangan atas Portugal bukan hanya tentang gol telat atau euforia lolos ke delapan besar. Laga tersebut kembali menegaskan identitas baru Spanyol di bawah Luis de la Fuente.
Saat menjuarai Euro 2024, La Roja memukau lewat dominasi lini tengah dan eksplosivitas kedua sayap. Mereka menyerang dengan kreativitas tinggi, mengontrol permainan, lalu menghukum lawan dengan efektivitas yang luar biasa.
Di Piala Dunia 2026, ceritanya sedikit berbeda.
Jika kreativitas menjadi wajah Spanyol di Euro, maka pertahanan adalah fondasi mereka di Piala Dunia.
Kemenangan atas Portugal membuat Spanyol mencatatkan lima pertandingan beruntun tanpa kebobolan. Sebuah statistik yang tidak lahir hanya dari penyelamatan kiper atau kokohnya duet bek tengah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh tim dalam menekan lawan sejak lini depan, menutup ruang antarlini, hingga memaksa lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Luis de la Fuente berhasil membangun tim yang seimbang. Spanyol tetap nyaman menguasai bola, tetapi kini juga tahu kapan harus bertahan, kapan harus menekan, dan bagaimana mematikan kekuatan lawan.
Dalam turnamen sebesar Piala Dunia, keseimbangan seperti inilah yang sering menjadi pembeda. Tim yang mampu menyerang memang menghibur, tetapi tim dengan pertahanan kokoh biasanya mampu bertahan hingga akhir.
Euro 2024 menjadi panggung kreativitas Spanyol. Piala Dunia 2026 justru menjadi bukti bahwa tembok kokoh di lini belakang adalah fondasi utama yang membawa La Roja semakin dekat menuju takhta juara dunia.*


