JAKARTA, CS – Babak perempat final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan delapan tim terbaik, tetapi juga akan berlangsung di sejumlah stadion ikonik yang tersebar di tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Empat pertandingan delapan besar dijadwalkan berlangsung di sejumlah venue berkapasitas besar dengan fasilitas modern, mulai dari Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, AT&T Stadium di Dallas, MetLife Stadium di New Jersey, hingga Estadio Azteca di Mexico City.

Laga Prancis menghadapi Maroko akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, salah satu stadion modern di Amerika Serikat yang dikenal memiliki teknologi atap buka-tutup serta fasilitas penunjang kelas dunia.

Sementara duel Spanyol kontra Belgia dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Dallas. Stadion dengan kapasitas besar tersebut menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 dan memiliki fasilitas teknologi tinggi untuk mendukung kenyamanan pemain maupun penonton.

Pertandingan Norwegia melawan Inggris akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, yang berada di kawasan metropolitan New York-New Jersey. Stadion ini menjadi salah satu venue terbesar dalam turnamen dan diproyeksikan menjadi pusat perhatian karena berada di wilayah dengan basis penggemar sepak bola yang besar.

Adapun laga Argentina kontra Swiss akan digelar di Estadio Azteca, Mexico City, stadion bersejarah yang memiliki nilai simbolis dalam sejarah Piala Dunia. Venue tersebut menjadi salah satu stadion yang telah beberapa kali menjadi saksi pertandingan penting sepanjang sejarah turnamen sepak bola dunia.

Persiapan Infrastruktur dan Fasilitas

Menjelang fase akhir turnamen, panitia penyelenggara di tiga negara tuan rumah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan stadion memenuhi standar FIFA. Persiapan mencakup peningkatan fasilitas pemain, ruang ganti, area media, sistem pencahayaan, kualitas lapangan, hingga layanan bagi penonton.

Selain fasilitas utama stadion, perhatian juga diarahkan pada sistem transportasi dan akses menuju lokasi pertandingan. Mengingat jumlah penonton yang besar, penyelenggara menyiapkan rekayasa lalu lintas, peningkatan layanan transportasi publik, serta sistem informasi digital untuk membantu mobilitas suporter.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah karena menggunakan format 48 tim dan digelar di tiga negara sekaligus. Kondisi tersebut membuat kebutuhan logistik, koordinasi antarkota, serta pengelolaan arus penonton menjadi lebih kompleks dibandingkan edisi sebelumnya.

Keamanan Jadi Prioritas Utama

Aspek keamanan menjadi salah satu fokus terbesar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Aparat keamanan di masing-masing wilayah tuan rumah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari pengendalian massa, pemeriksaan akses stadion, keamanan transportasi, hingga kesiapsiagaan keadaan darurat.

Berbeda dengan edisi sebelumnya yang umumnya berlangsung di satu negara, Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan baru karena pertandingan tersebar di wilayah geografis yang sangat luas. Koordinasi lintas negara antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi faktor penting agar standar keamanan tetap seragam.

Selain itu, teknologi keamanan modern juga menjadi bagian dari persiapan, termasuk sistem tiket digital, pengawasan area stadion, pemantauan kerumunan, serta prosedur pemeriksaan penonton sebelum memasuki arena pertandingan.

Dengan dukungan stadion berkelas dunia, fasilitas modern, dan sistem keamanan yang diperkuat, babak perempat final Piala Dunia 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan delapan tim terbaik dunia, tetapi juga menjadi pertunjukan olahraga dengan standar penyelenggaraan terbesar dalam sejarah turnamen. *