Timnas Swiss tidak ingin menyisakan celah sedikit pun menjelang duel perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Keseriusan itu terlihat dari materi latihan yang disiapkan staf pelatih, yang bahkan mencakup berbagai skenario ekstrem.

Menurut laporan jurnalis Kweku Edilson, skuad asuhan Murat Yakin berlatih menghadapi situasi ketika harus bermain dengan 10 pemain melawan 11, bahkan hingga skenario sembilan lawan sebelas dan delapan lawan sebelas.

Latihan tersebut dirancang agar para pemain tetap tenang, disiplin, dan mampu mempertahankan organisasi permainan jika harus kehilangan pemain akibat kartu merah. Menghadapi Argentina yang dipenuhi pemain berpengalaman, Swiss ingin siap menghadapi situasi terburuk sekalipun.

Persiapan juga difokuskan pada kemungkinan pertandingan berlangsung hingga babak adu penalti. Kiper Gregor Kobel dikabarkan menambah porsi latihan penalti menjadi dua jam di setiap sesi latihan. Latihan serupa juga dijalani para pemain outfield untuk meningkatkan akurasi sekaligus ketenangan saat menjadi eksekutor.

Keseriusan Swiss bukan tanpa alasan. Duel melawan Argentina dipandang sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Swiss memiliki peluang nyata untuk menembus semifinal Piala Dunia dan mengukir prestasi terbaik sepanjang sejarah mereka di turnamen paling bergengsi tersebut.

Di sisi lain, mereka akan menghadapi Argentina yang datang dengan status juara bertahan dunia dan masih diperkuat Lionel Messi. Perbedaan pengalaman membuat Swiss memilih mempersiapkan diri sedetail mungkin, termasuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bahkan jarang terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Bagi Swiss, laga ini bukan sekadar pertandingan perempat final. Ini adalah kesempatan untuk menulis babak paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola nasional mereka.*