MOROWALI, CS – Kabupaten Morowali terus memperkuat posisinya sebagai kawasan industri hijau yang berdaya saing global.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat menghadiri peresmian penempatan peralatan utama proyek PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) berupa Autoclave High Pressure Acid Leach (HPAL) di Kawasan International Green Industrial Park (IGIP), Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Rabu (22/7/2026).

Peresmian Autoclave HPAL, yang merupakan reaktor bertekanan tinggi untuk proses pelindian bijih nikel berbasis teknologi hidrometalurgi generasi terbaru, menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri hilirisasi nasional. Teknologi tersebut disebut memiliki kapasitas terbesar di dunia dan dirancang untuk mendukung proses produksi nikel yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Nikel Hijau, Menggerakkan Energi Baru” itu menjadi simbol kolaborasi strategis antara Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dalam membangun kawasan industri nikel berkonsep hijau dan rendah emisi.

Dalam sambutannya, Bupati Iksan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Morowali terhadap investasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta perlindungan lingkungan.

Menurutnya, arah pembangunan industri di Morowali kini semakin menunjukkan transformasi menuju industri hijau melalui penerapan teknologi modern yang mampu menekan emisi dan memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan.

“Pada prinsipnya kami di daerah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kita sudah melihat bahwa industri-industri di Kabupaten Morowali kini benar-benar mengarah pada pengelolaan lingkungan yang baik, minim emisi, dan berkonsep hijau. Bagi Pemerintah Kabupaten Morowali, hadirnya industri merupakan salah satu bentuk kemajuan daerah yang harus terus didukung selama memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Iksan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali akan terus membuka ruang bagi investasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Diketahui, PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) merupakan proyek investasi aktual terbesar Korea Selatan di Indonesia pada 2026 dengan nilai investasi lebih dari USD 1 miliar. Kehadiran proyek tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap iklim investasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Morowali.

Selain memperkuat hilirisasi industri nikel nasional, penempatan Autoclave HPAL juga menandai pemanfaatan teknologi pengolahan nikel berbasis hidrometalurgi yang lebih efisien, berorientasi pada pengurangan emisi karbon, dan mendukung pengembangan industri rendah karbon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia H.E. Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Baja Sirait, Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, para investor, serta tamu undangan lainnya.

Reporter: Murad