TOKYO, CS – Tim penyelamat Jepang masih berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Selasa (28/7/2026).
Hingga Rabu (29/7/2026) pukul 08.30 waktu setempat, sedikitnya 13 orang dilaporkan meninggal dunia. Angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena operasi pencarian terus berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto dan sebuah pabrik kertas yang mengalami kerusakan parah.
Sekitar 9.872 warga telah dievakuasi ke tempat penampungan darurat, sementara puluhan ribu rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penyelamatan korban.
“Kami berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak. Pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki dengan mengutamakan penyelamatan jiwa,” ujar Takaichi.
Pemerintah Jepang juga mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan risiko tanah longsor yang masih mengancam wilayah terdampak. *


