TOKYO, CS – Jumlah korban meninggal akibat gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat, bertambah menjadi 13 orang hingga Rabu (29/7/2026) pagi.
Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga terjebak di sejumlah bangunan runtuh sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.
Sebagian korban ditemukan di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang mengalami kerusakan parah. Operasi penyelamatan juga terus dilakukan di lokasi pabrik kertas yang mengalami keruntuhan, sementara sejumlah warga dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan bangunan.
Selain menelan korban jiwa, gempa menyebabkan puluhan ribu rumah tangga mengalami pemadaman listrik, ribuan warga mengungsi, serta mengakibatkan kerusakan pada pusat perbelanjaan, pabrik, Kastil Kumamoto, jembatan, jaringan transportasi, hingga penutupan sementara operasional Bandara Aso Kumamoto dan pemeriksaan jalur Shinkansen.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses penyelamatan korban.
“Kami berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak. Pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki dengan mengutamakan penyelamatan jiwa,” kata Takaichi.
Sementara itu, Gubernur Prefektur Kumamoto, Takashi Kimura, menyatakan pemerintah prefektur telah mengaktifkan pusat penanggulangan bencana dan berkoordinasi dengan Pasukan Bela Diri Jepang, kepolisian, serta dinas pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan darurat.
Dalam pernyataan resminya, Kimura meminta masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan mematuhi arahan petugas.
Ia juga mengimbau warga yang berada di wilayah pesisir agar menjauhi pantai selama peringatan tsunami masih berlaku serta melakukan evakuasi secara tertib apabila diminta oleh pemerintah setempat.
Pemerintah Jepang memperingatkan potensi gempa susulan dan tanah longsor masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan di sejumlah titik yang diperkirakan masih terdapat korban terjebak. *


