SEMARANG, CS – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman langsung memerintahkan Perum Bulog mengirim pasokan beras ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah mendengar keluhan seorang mahasiswa asal daerah tersebut mengenai tingginya harga beras.
Instruksi itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2026/2027 di Semarang, Kamis (6/8/2026).
Keluhan tersebut disampaikan Adriano Padama, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional asal Kabupaten Alor.
Dalam sesi dialog, ia menjelaskan masyarakat di daerahnya masih menghadapi keterbatasan pasokan pangan akibat kondisi geografis kepulauan yang berdampak pada tingginya harga beras.
Menurut Adriano, kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24,27 ribu ton per tahun, sementara produksi daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan.
“Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Tapi di pedalaman bisa Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras, harganya bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram,” ungkap Adriano.
Mendengar penjelasan tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan ribuan mahasiswa dan sivitas akademika Undip.
“Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram,” tegas Amran.
Ia menegaskan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar harus memperoleh akses pangan dengan harga yang sama seperti masyarakat di daerah lain.
“Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Ambil nomor teleponnya, nanti laporkan lagi kepada saya perkembangan di lapangan. Saudara-saudara kita di Alor harus mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Selain memerintahkan pengiriman beras, Mentan Amran juga meminta Bulog memastikan ketersediaan infrastruktur distribusi agar pasokan pangan di Kabupaten Alor dapat terjaga secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Amran juga memberikan bantuan biaya tempat tinggal kepada Adriano selama menempuh pendidikan di Semarang.
“Saya selesaikan. Kos-kos kamu dua tahun saya bantu. Yang penting kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sukses,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta.
Sebelumnya, dalam sambutannya di hadapan 5.155 mahasiswa baru Undip, Mentan Amran mengajak mahasiswa memiliki mimpi besar yang diwujudkan melalui kerja keras, kolaborasi, konsistensi, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya serta menghormati orang tua dan para dosen sebagai bekal meraih kesuksesan di masa depan. *


