SEMARANG, CS – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman langsung menghadiahkan satu unit traktor kepada kelompok tani setelah mendengar keluhan petani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8/2026).

Bantuan tersebut diputuskan di lokasi setelah Mentan melihat para petani, yang mayoritas merupakan ibu-ibu, masih menanam padi secara manual.

Dalam kunjungannya, Mentan Amran menyempatkan diri berdialog dengan para petani mengenai kondisi usaha tani yang mereka jalankan. Ia kemudian menawarkan bantuan traktor agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?” tanya Mentan Amran kepada para petani.

Salah seorang petani, Jadiyah, mengaku khawatir kelompoknya belum mampu mengoperasikan alat tersebut. Menanggapi hal itu, Mentan Amran menyarankan agar traktor dimanfaatkan melalui sistem sewa sehingga tetap memberikan nilai ekonomi bagi kelompok tani.

“Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok,” ujarnya.

Mentan kemudian meminta jajarannya segera mencatat identitas kelompok tani agar bantuan dapat segera diproses. Selain traktor, ia juga membuka peluang pemberian alat tanam modern guna mengurangi ketergantungan petani pada tenaga manual.

“Ini nanti traktornya saya kasih, supaya tidak lagi tanam pakai tangan. Kalau perlu kita bantu juga alat tanamnya,” kata Amran.

Suasana di areal persawahan semakin hangat ketika para petani mengetahui sosok yang berbincang dengan mereka merupakan Menteri Pertanian. Sebelumnya, Amran sempat memperkenalkan diri dengan nada bercanda sebagai “ketua penyuluh petani”.

“Saya ini ketua penyuluh petani,” ucapnya yang disambut tawa para petani.

Jadiyah mengaku tidak menyangka dapat bertemu langsung dengan Menteri Pertanian, apalagi setelah keluhan yang disampaikan langsung direspons dengan pemberian bantuan.

“Saya benar-benar tidak menyangka itu Pak Menteri. Saya kira hanya orang yang lewat mau melihat-lihat sawah. Alhamdulillah bisa bertemu langsung, menyampaikan keluh kesah kami, dan tidak menyangka langsung diberikan bantuan traktor. Kami senang sekali karena perhatian pemerintah benar-benar kami rasakan,” katanya.

Kementerian Pertanian menyatakan pendekatan langsung kepada petani di lapangan menjadi bagian dari upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan kesejahteraan petani dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. *