BANGGAI,CS-Sebagai perangkat daerah yang menjalankan fungsi pengawasan dan melakukan audit internal, Inspektorat Daerah Kabupaten Banggai diharapkan dapat lebih memperkuat diri dan meningkatkan kompetensi, serta kualitas sumber daya manusia.   

Hal itu diungkap langsung Kepala perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Yulianto, saat melakukan Bimtek New Kapabilitas APIP dan  Penyusunan Program Kerja Tahunan Berbasis Risiko, bertempat di Aula Mompohodi, Inspektorat Banggai, Kamis (20/8/2026).

“Inspektorat Banggai ini sebagai alat bapak Bupati dalam memastikan setiap programnya tercapai, maka secara internal harus siap,” ujarnya.

Sebagai pimpinan perwakilan BPKP, Agus mengungkapkan bahwa secara umum hal-hal tersebut tidak bisa diabaikan dan perlu ditingkatkan, tidak hanya untuk di Kabupaten Banggai, tetapi di seluruh Inspektorat Daerah lainnya di wilayah Sulteng.

“Saya berharap Inspektorat Banggai dan seluruh Inspektorat di Sulteng, bisa meningkat secara bersama-sama,” imbuh Agus.

Disebutkan Agus, kinerja Inspektorat saat ini didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2026 yang menjadi acuan utama pengawasan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), termasuk beberapa peraturan lainnya.

Akan tetapi Agus menyebutkan, terlepas dari tuntutan dalam menjalankan tugas dan fungsinya dilapangan, ia mengakui jika support anggaran sangat berpengaruh.

“Intinya, kalau kita merencanakan sesuatu harus selaras dengan program dan kemampuan anggaran,” saran Agus.

Dimana kendala lainnya yang menjadi hambatan saat ini, Agus juga mengungkapkan tidak hanya inspektorat Banggai, tetapi dialami seluruh Sulteng, dimana dukungan anggaran sangat penting. Sehinggannya ia dapat memastikan belum semua inspektorat dapat menjalankan fungsi pengawasannya secara baik.

“Kalau Banggai itu mungkin iya, tetapi ada inspektorat dibeberapa daerah yang fungsi pengawasannya belum berjalan secara optimal karena persoalan anggaran tadi, dan mungkin belum menjadi prioritas dalam penganggarannya,” ucapnya.

Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Banggai, Syafrullah Mambuhu, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya apa yang disampaikan Agus Yulianto sebagai Kepala BPKP Perwakilan Sulteng, adalah salah satu kendala instansi yang dipimpinnya saat ini.

Syafrullah mengakui bahwa Inspektorat Banggai saat ini masih sangat kekurangan personil dan sumber daya didalam menjalankan fungsi dan peran pengawasan dan sebagai auditor internal.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Agus Yulianto dan jajaran BPKP Sulteng, yang telah menyempatkan waktu bersilaturahmi ke Inspektorat Banggai, serangkaian pelaksanaan Bimtek.

“Memang ada beberapa kendala yang kami alami saat ini, apalagi peran kami dituntut untuk menjangkau seluruhnya, karena keterbatasan itu,” sebutnya.

Meskipun demikian, Syafrullah yang dipercayakan oleh Bupati Banggai Ir Amirudin untuk memimpin Inspektorat Banggai, ia memastikan seluruh programnya dapat terlaksana dan berjalan sesuai yang telah diharapkan oleh pimpinan daerah.

“Pastinya kendala itu bukan jadi hambatan bagi saya. Saya dan jajaran Inspektorat Banggai akan mengoptimalkan tupoksi kami. Dan kalau soal kendala sumber daya, saya juga sudah mengusulkan kepada bapak Bupati untuk penambahan personil,” imbuhnya.

Dimana saat ini Inspektorat Banggai harus melakukan fungsinya sebagai tim pengawas dan auditor internal terhadap puluhan OPD, 24 Kecamatan, 46 Kelurahan dan 291 desa.**

Reporter : Amlin