KALIMANTAN, CS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan kian mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, paparan kabut asap pekat tidak hanya memperpendek jarak pandang pengendara, tetapi juga menurunkan kualitas udara hingga level berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Berikut sebaran wilayah di Kalimantan yang mengalami dampak karhutla terparah:
- Banjarbaru (Kalimantan Selatan)
- Kondisi Udara: BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 menembus angka 389,4 µg/m³, berada jauh di atas ambang batas bahaya (250,5 µg/m³).
- Dampak Warga & Sekolah: Jarak pandang sempat merosot hingga sekitar 3 meter. Menanggapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mengundur jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA.
- Penanganan: Dinas PUPR Kalsel menyiagakan 53 personel posko serta mengoperasikan mesin pompa air untuk membasahi area hutan lindung guna mencegah potensi kebakaran susulan.
“Bikin pernapasan sesak karena asap juga masuk ke dalam rumah warga warga yang khususnya dekat dengan kebakaran lahan dan pengendara yang melintas,” ungkap Windy, warga Liang Anggang, Banjarbaru.
- Palangka Raya (Kalimantan Tengah)
- Luas Kebakaran: Sebanyak 298 titik karhutla terdeteksi sejak 1 Juni hingga 19 Agustus 2026, memusnahkan sekitar 261,41 hektare lahan.
- Wilayah Terdampak: Sebaran titik api mendominasi kawasan Kecamatan Jekan Raya dan Sabangau, menciptakan kabut asap yang menyelimuti area permukiman hingga jalan protokol.
- Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah)
- Status Bencana: Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026.
- Skala Dampak: Kebakaran meluas hingga 859,49 hektare dari 189 kejadian kebakaran dan 461 titik panas (hotspot). Area terluas berada di Kecamatan Kumai (584,41 ha) dan Arut Selatan (180,47 ha).
“Kami bergerak ke lokasi dan membagi jadwal dengan pasukan lainnya. Fokus kami saat ini adalah titik-titik kebakaran yang sudah mendekati permukiman warga,” kata Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah.
- Pontianak (Kalimantan Barat)
- Kualitas Udara: Menduduki peringkat terburuk di Indonesia dengan indeks IQAir mencapai skor 191 (kategori tidak sehat). Kadar PM2,5 menyentuh 112 µg/m³, atau 22,4 kali lipat melebihi ambang standar WHO.
- Kondisi Wilayah: Satgas mengidentifikasi 4.041 titik panas di seluruh Kalbar. Asap pekat yang menyelimuti kota dipicu oleh titik api lokal di Pontianak Utara dan kiriman asap dari kabupaten tetangga seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, serta Landak.


