PALU, CS – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Amar mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berjuang setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Menurut Amar, kegagalan justru dapat menjadi informasi penting untuk menentukan langkah yang lebih baik dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kegagalan itu bukan alasan untuk berhenti, tetapi kegagalan adalah informasi untuk menentukan jalan yang lebih baik di dalam setiap riset yang dilakukan,” ujar Amar, dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-138  Wisuda ke-138 Untad yang digelar di Gedung Auditorium Untad, Kamis (20/8/2026).

Ia mengatakan, para lulusan akan menghadapi berbagai tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah. Tantangan tersebut dapat berupa penolakan, kegagalan, maupun rencana yang tidak berjalan sesuai harapan.

Karena itu, Amar meminta para alumni Untad untuk terus belajar, beradaptasi, dan berani mencoba dalam menghadapi perubahan.

“Jangan berhenti, belajar dari kegagalan, dan terus bergerak. Dunia tidak membutuhkan lulusan yang takut gagal, dunia membutuhkan manusia yang berani mencoba, mau belajar dan mau beradaptasi,” katanya.

Amar menilai kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting seiring perkembangan zaman dan transformasi digital yang terus berlangsung.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik. Kampus juga harus mendorong mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan Untad terus berupaya memperkuat kapasitas akademik dan riset sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berusaha untuk terus berbenah agar sistem pendidikan di kampus menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Wisuda ke-138 Untad diikuti sebanyak 1.018 lulusan dari jenjang doktoral, magister, sarjana, dan sarjana terapan.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga memberikan orasi ilmiah.

Amran mendorong para lulusan Untad agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja.*