MALANG, CS – Kawasan wisata Gunung Bromo resmi beroperasi kembali mulai Kamis (20/8/2026) setelah sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) meminta seluruh wisatawan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api demi menjaga keamanan kawasan.

Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Bambang Suryono, menegaskan pentingnya kewaspadaan pengunjung meski aturan pencegahan sudah tercantum saat pendaftaran.

“Imbauan kami untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran dan sebenarnya ini sudah ada pada sistem booking online kami. Hanya kita tegaskan kembali agar semua wisatawan hati-hati,” ujar Bambang.

Kunjungan Perdana dan Pengajuan Refund

Antusiasme wisatawan tetap tinggi pada hari pertama pembukaan jalur wisata ini.

  • Jumlah Pendaftar: Sebanyak 1.056 orang terdaftar pada hari pertama pembukaan dari kuota maksimal 2.752 pengunjung per hari.
  • Dampak Penutupan: Selama masa penutupan pada 9–15 Agustus 2026, tercatat 2.056 wisatawan mengajukan refund (1.944 wisatawan nusantara dan 112 wisatawan mancanegara).
  • Penjadwalan Ulang: Sebanyak 32 wisatawan nusantara memilih opsi reschedule kunjungan.

Rincian Tarif Tiket Masuk Bromo dan Sekitarnya

Pembelian tiket masuk seluruh destinasi di kawasan TNBTS kini wajib dilakukan secara daring melalui portal resmi bromotenggersemeru.id.

Tarif Masuk Wisata Gunung Bromo

  • WNI: Rp54.000 (hari kerja) | Rp79.000 (hari libur)
  • WNA: Rp255.000 (hari kerja & libur)

Tarif Pendakian Gunung Semeru

  • WNI: Rp20.000 (hari kerja) | Rp30.000 (hari libur) (Biaya pendakian: Rp20.000, berkemah: Rp20.000, asuransi: Rp4.000)
  • WNA: Rp200.000 (hari kerja & libur) (Biaya pendakian: Rp20.000, berkemah: Rp5.000, asuransi: Rp5.000)

Tarif Wisata Ranu Regulo

  • WNI: Rp24.000 (hari kerja) | Rp34.000 (hari libur)
  • WNA: Rp205.000 (hari kerja & libur)

Para wisatawan yang ingin berkunjung diharapkan memesan tiket jauh-jauh hari dan selalu mematuhi tata tertib keselamatan selama berada di area konservasi.*