PALU, CS – Puluhan Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di kawasan pesisir Kelurahan Vatusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, dibayangi ancaman abrasi pantai. Warga meminta pemerintah segera membangun talud untuk mencegah abrasi yang mulai mengancam permukiman.
Aspirasi tersebut disampaikan warga bernama Fitri saat mengikuti kegiatan Reses atau jaring aspirasi Caturwulan II Masa Persidangan Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun, di RT 1 RW 2, Kelurahan Vatusampu, Kecamatan Ulujadi, Jumat (21/8/2026) sore.
Fitri mengatakan, warga yang bermukim di kawasan pesisir selama ini hidup dalam kekhawatiran. Sebab, abrasi terus menggerus daratan dalam waktu yang relatif singkat.
“Khusus di wilayah pantai ini sekitar 20-an Kepala Keluarga,” kata Fitri.
Menurut dia, kondisi abrasi bahkan mulai berdampak terhadap sejumlah rumah warga. Beberapa pondasi rumah disebut sudah tergerus hingga terlihat menggantung.
Karena itu, Fitri meminta Muslimun sebagai wakil masyarakat di DPRD Kota Palu untuk menyuarakan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kota Palu.
“Ini aspirasi kami yang paling mendesak. Kami meminta dibuatkan talud untuk mencegah terjadinya abrasi, karena sudah ada beberapa rumah yang terdampak, pondasi rumahnya sudah tergantung. Panjang Talud yang dibutuhkan sekitar 100 meter,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muslimun mengatakan pembangunan talud menjadi salah satu persoalan yang paling mendesak dari sejumlah aspirasi warga yang diterimanya dalam kegiatan reses tersebut.
Namun, kata dia, kemampuan anggaran Pemerintah Kota Palu menjadi salah satu pertimbangan dalam merealisasikan pembangunan talud tersebut.
Muslimun menyebut, DPRD bersama Pemerintah Kota Palu baru saja menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Palu Tahun Anggaran 2027.
Dalam dokumen tersebut, pendapatan daerah Kota Palu diproyeksikan sebesar Rp1.959.685.795.374,17. Angka yang sama juga ditetapkan sebagai belanja daerah.
Struktur pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan transfer sebesar Rp1.198.723.053.298,70, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp758.962.742.075,47, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp2 miliar.
“Kalau melihat anggaran Kota Palu, pembuatan talud ini cukup berat jika dibebankan pada Pemerintah Kota Palu. Maka, saya akan berupaya melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Kebetulan itu adalah kewenangan mereka,” terang Muslimun.
Kemudian, Politisi Partai NasDem itu menduga, ramainya pembangunan Jetty atas aktivitas tambang galian C di wilayah itu juga menjadi salahsatu faktor penyebab volume abrasi lebih besar.
Ia menegaskan, aspirasi warga terkait abrasi tersebut akan menjadi perhatian dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, khususnya BWS, guna mencari solusi terhadap ancaman abrasi yang dihadapi warga pesisir Vatusampu.
Selain Talud, warga juga meminta kepada Muslimun untuk memfasilitasi warga mendapatkan fasilitas olahraga, pelatihan keterampilan pelaku-pelaku UMKM, dan sekaligus bantuan modal.
Reses tersebut dihadiri, Ketua RT setempat, Arif Rahman, Sekretaris lurah (Seklur), Anti.Perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Palu, Zilfiana, serta tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan. *


