JOMBANG, CS – KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.

Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui musyawarah sembilan kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Keputusan tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU. Gus Kikin dipilih secara mufakat setelah sebelumnya menjadi calon dengan perolehan suara terbanyak dalam tahap penjaringan calon Ketua Umum PBNU.

Dalam proses penjaringan tersebut, Gus Kikin memperoleh 472 suara. Perolehan itu menempatkannya di posisi teratas dari sejumlah nama yang masuk dalam daftar calon.

Empat nama lainnya yang memperoleh suara terbanyak adalah KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Sochib sebanyak 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf sebanyak 258 suara, serta KH Abdul Ghofar Rozin dengan 155 suara.

Kelima nama tersebut kemudian diserahkan kepada AHWA untuk dimusyawarahkan. Sembilan kiai anggota AHWA selanjutnya menggelar musyawarah tertutup pada Senin pagi.

Musyawarah berlangsung sekitar pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB. Hasilnya, AHWA secara mufakat menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Gus Kikin Diminta Perkuat Kebersamaan di NU

Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur.

Dalam proses pencalonannya, Gus Kikin sempat menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan kerukunan di lingkungan NU. Ia menilai NU harus tetap menjadi ruang untuk membangun ukhuwah dan kebersamaan.

Setelah terpilih, kepemimpinan Gus Kikin akan membawa PBNU memasuki masa khidmat baru selama lima tahun hingga 2031.

Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam

Muktamar ke-35 NU juga menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031.

Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi tersebut setelah dipilih melalui mekanisme musyawarah AHWA. Dengan demikian, struktur kepemimpinan utama PBNU periode 2026-2031 kini telah ditetapkan, dengan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum.

Penetapan Gus Kikin dan Miftachul Akhyar menjadi hasil penting Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang pada 30-31 Agustus 2026.*