WAMENA, CS – Misi pelayanan kepada masyarakat berujung maut. Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sekitar pkul 15.45.
Ketiga ASN tersebut diketahui tengah menjalankan tugas meninjau sekaligus mengantar bantuan pangan untuk masyarakat. Bantuan itu berkaitan dengan program cetak sawah dan bibit babi.
Ketiga korban masing-masing Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (24).
Insiden penembakan terjadi ketika ketiganya berada di wilayah Distrik Muliama dalam rangka menjalankan tugas kedinasan. Mereka kemudian menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata.
Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Willi Mbuik sempat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena.
Namun, nyawa Willi tidak tertolong. Ia akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Ketiga jenazah kemudian berada di RSUD Wamena untuk proses penanganan lebih lanjut. Sebagian jenazah selanjutnya diterbangkan ke Jayapura.
Peristiwa tersebut menambah daftar korban kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan, sekaligus menjadi perhatian terhadap aspek keamanan dalam pelaksanaan pelayanan pemerintahan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah rawan.
Ketiga ASN tersebut sebelumnya menjalankan tugas yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Mereka berada di lapangan untuk memastikan program bantuan, termasuk cetak sawah dan penyediaan bibit babi, dapat diterima masyarakat.
Insiden ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas pelayanan publik di wilayah yang memiliki ancaman keamanan masih menghadapi risiko tinggi, termasuk bagi aparatur yang harus turun langsung ke tengah masyarakat.
Jenazah para korban selanjutnya akan menjalani proses sesuai ketentuan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.*


