WAMENA, CS – Misi pelayanan kepada masyarakat berujung maut. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Aprida Rapi (49), tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas mengawal bantuan untuk masyarakat di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.45 WIT.
Aprida tidak sendiri. Dalam perjalanan tersebut, ia bersama dua pegawainya, Alfonsius Albinus Meha (35) dan Willi Mbuik (22). Ketiganya tengah menjalankan tugas meninjau sekaligus mengantar bantuan yang berkaitan dengan program pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Bantuan tersebut di antaranya berupa program cetak sawah dan bibit babi yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Saat berada di wilayah Distrik Muliama, ketiganya menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata. Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara Willi Mbuik sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Willi akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan di rumah sakit.
Ketiga jenazah kemudian berada di RSUD Wamena untuk proses penanganan lebih lanjut. Sebagian jenazah selanjutnya diterbangkan ke Jayapura.
Gugurnya Aprida Rapi menjadi perhatian tersendiri karena korban merupakan pejabat yang memimpin sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya. Ia berada di lapangan bersama bawahannya untuk memastikan program bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat.
Tugas tersebut berkaitan langsung dengan upaya pemerintah mendukung sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui program cetak sawah serta bantuan bibit babi.
Peristiwa penembakan itu sekaligus memperlihatkan risiko yang masih dihadapi aparatur pemerintah ketika menjalankan pelayanan publik secara langsung di wilayah yang memiliki ancaman gangguan keamanan.
Misi yang semula ditujukan untuk memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat tersebut berakhir dengan gugurnya tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya.*


