JAKARTA, CS – Perkembangan esports didorong tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus membuka peluang di sektor ekonomi kreatif.

Dorongan tersebut salah satunya diwujudkan Fraksi Partai Demokrat DPR RI melalui turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat. Turnamen yang digelar di Saka Social House, Jakarta Selatan, Selasa (8/9), itu diikuti 320 pemain dari berbagai tim.

Para peserta bersaing dengan mengandalkan strategi, komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), bersama Aliya Baskoro Yudhoyono.

Sejumlah tokoh lainnya juga hadir, di antaranya Hillary Brigitta Lasut, Harmusa Oktaviani, dan Hasani Bin Zuber. Hillary turut berinteraksi dengan peserta melalui sesi fan match Mobile Legends.

Ibas menilai esports dapat menjadi wadah positif bagi anak muda untuk mengembangkan minat dan kreativitas. Menurutnya, aktivitas tersebut juga dapat menjadi alternatif bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan.

“Menang tidak terbang, kalah tidak tumbang. Esports MLBB ini lebih baik daripada judol, daripada anak-anak kita salah arah menuju obat-obatan terlarang,” ujar Ibas, Rabu (9/9).

Ia menambahkan, menjadi pemain esports membutuhkan proses panjang. Kemampuan seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh keterampilan bermain, tetapi juga latihan, kedisiplinan, pengalaman bertanding, kemampuan bekerja sama, serta penguasaan strategi.

Ibas juga melihat komunitas esports yang tumbuh dari berbagai tempat, termasuk kafe yang menjadi ruang berkumpul anak muda, memiliki potensi melahirkan talenta baru.

“Dari kafe-kafe bisa menjadi pemain ML yang hebat. Ini sebuah proses panjang yang akan membersamai anak-anak kita. Mari kita majukan kreativitas anak-anak kita, karena kreativitas akan memajukan ekonomi dan persatuan Indonesia,” katanya.

Menurutnya, perkembangan esports tidak hanya memberikan peluang bagi para pemain. Ekosistem industri ini juga membutuhkan berbagai profesi lain, seperti pelatih, manajemen tim, penyelenggara turnamen, caster, streamer, kreator konten, fotografer, videografer, hingga desainer.

Dalam turnamen tersebut, tim 404 JKT keluar sebagai juara pertama setelah melewati rangkaian pertandingan yang berlangsung ketat. Tim tersebut dinilai tampil solid dan konsisten hingga pertandingan berakhir.

Atas prestasinya, 404 JKT mendapatkan hadiah dan bonus yang telah disiapkan panitia.

Perwakilan 404 JKT mengapresiasi kesempatan yang diberikan Fraksi Partai Demokrat kepada para pemain esports untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan.

“Alhamdulillah kami sangat senang bisa menjadi juara pertama di turnamen ini. Kami juga mengapresiasi Fraksi Partai Demokrat yang sudah memberikan ruang bagi para pemain esports untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan,” ujar perwakilan 404 JKT.

Ia berharap semakin banyak pihak yang menggelar kompetisi serupa sehingga lebih banyak pemain dan tim dapat berkembang hingga mencapai level profesional.

Dukungan terhadap kompetisi esports tersebut menunjukkan bahwa industri esports memiliki potensi lebih luas dari sekadar pertandingan gim. Ekosistem yang berkembang di dalamnya dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas sekaligus membuka peluang baru dalam ekonomi kreatif Indonesia.*