JAKARTA, CS – Pemerintah Indonesia melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka Program Beasiswa Palestina Baznas 2026.

Program tersebut diperuntukkan bagi 200 mahasiswa asal Palestina yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) di Indonesia.

Program Beasiswa Palestina Baznas 2026 diluncurkan Ketua Baznas RI Sodik Mujahid bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Sodik mengatakan pendidikan menjadi salah satu cara penting untuk menyiapkan generasi Palestina yang nantinya dapat berkontribusi terhadap masa depan negaranya.

“Beasiswa Palestina Baznas merupakan ikhtiar bersama untuk membantu generasi muda Palestina memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Kami percaya pendidikan adalah jalan menuju perdamaian,” kata Sodik.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan lulusan, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki ilmu dan karakter sehingga dapat berkontribusi dalam membangun kembali masa depan Palestina.

Sementara itu, Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen Baznas dalam mendukung pendidikan mahasiswa Palestina. Menurutnya, program tersebut merupakan hasil kerja sama Baznas dan Kemdiktisaintek untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.

“Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan,” ujar Brian.

Pimpinan Baznas RI Idy Muzayyad menjelaskan, Beasiswa Palestina Baznas merupakan skema baru bantuan Baznas untuk Palestina.

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi Palestina yang masih mengkhawatirkan sehingga bantuan dalam bentuk pemulihan langsung belum dapat dilakukan secara optimal.

“Untuk itu, kami mengambil inisiatif untuk mengubah skema bantuan, yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang telah lulus S1 untuk melanjutkan S2 di Indonesia,” kata Idy.

Baznas telah mengalokasikan sekitar Rp22 miliar untuk membiayai 200 mahasiswa Palestina. Dalam pelaksanaannya, Baznas meminta pendampingan Kemdiktisaintek untuk menjaring mahasiswa Palestina, termasuk melalui sejumlah perguruan tinggi mitra di Indonesia.

Penerima beasiswa juga dapat berasal dari mahasiswa Palestina yang sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan S1 di Indonesia.

Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa akan memperoleh dukungan biaya hidup, biaya praktikum dan buku, serta pembinaan selama menjalani studi.

Program Beasiswa Palestina Baznas 2026 menjadi bagian dari komitmen Baznas dalam menyalurkan zakat di bidang pendidikan sekaligus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.*