MATARAM, CS – Penjualan tiket ajang balap dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pertengahan September 2026, alokasi tiket untuk kategori umum telah terserap sebanyak 53 persen. Di sisi lain, antusiasme masyarakat lokal tercatat luar biasa tinggi dengan angka penjualan tiket khusus pemegang KTP Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah menembus 91 persen.

Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, seusai menghadiri Rapat Persiapan MotoGP di Mataram pada Senin (14/9/2026).

“Jadi, tiket itu sudah 53% untuk umum, dan tiket untuk KTP NTB sudah 91%. Setelah habis di kuota 1 akan dibuka lagi untuk kuota berikutnya. Jadi, ini animo-nya luar biasa. Artinya masyarakat merespon dengan positif,” ujar Troy saat ditemui awak media.

Melihat tingginya minat penonton lokal untuk gelaran yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 tersebut, pihak penyelenggara mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang aktif melakukan promosi hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Promosi lintas daerah ini juga akan dibarengi dengan skema potongan harga tiket bagi warga di provinsi tetangga.

“Tadi Pak Gubernur meminta untuk beberapa daerah tetangga seperti Bali, NTT, bahkan Kalimantan Timur akan dilakukan pertemuan bersama Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) untuk melakukan ajang promosi. Itu pun akan kita lakukan hal yang sama bila mana menggunakan tiket provinsi terkait kita juga berikan diskon yang sama seperti warga NTB,” lanjut Troy.

Penyelenggaraan ajang balap motor bergengsi ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi besar, baik secara daerah maupun nasional. Pengelola menargetkan nilai perputaran ekonomi tahun ini dapat menyentuh angka Rp5 triliun, meningkat jika dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp2,4 triliun dan tahun 2025 sebesar Rp4,9 triliun.

“Kalau 2024 itu di angka Rp2,4 triliun, tahun 2025 di angka Rp4,9 triliun. Tahun ini kita harapkan angkanya bisa Rp5 triliun. Kita doakan sama-sama,” kata Troy.

Pihak penyelenggara optimistis lonjakan penjualan tiket yang diimbangi penambahan permintaan penerbangan langsung ke Lombok akan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi. Menariknya, daya tarik gelaran ini tidak hanya memikat penonton dalam negeri, tetapi juga mancanegara hingga pemesan dari Monako.

“Ini terobosan yang bagus dilakukan Gubernur NTB dengan mengundang gubernur di Indonesia tidak hanya sebagai penonton tapi melihat MotoGP sebagai sebuah dampak ekonomi. Termasuk, dukungan pemerintah pusat juga sangat luar biasa besar,” tutup Troy.