PALU, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Anwar Hafid, mengajak umat Islam untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Senin malam (5/10/2026).
Menurut Anwar, peringatan Maulid tidak semestinya hanya dilakukan pada bulan Rabiul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Rasulullah, kata dia, harus terus dihidupkan sepanjang waktu.
Salah satunya dengan memperbanyak membaca shalawat dan membangun tradisi Maulid di lingkungan keluarga sebelum dilanjutkan di masjid.
Anwar mengungkapkan, tradisi menggelar Maulid di rumah telah menjadi kebiasaan keluarganya di Wosu, Kabupaten Morowali.
Ia menyebut kebiasaan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kehidupannya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai bupati dan kemudian gubernur.
“Kalau mau hidup kita tidak susah, hadirkan terus Rasulullah di rumah kita,” pesannya.
Selain melalui tradisi keagamaan, Anwar mengatakan nilai kepedulian dan cinta kasih Rasulullah kepada umat tanpa membeda-bedakan juga menjadi semangat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan.
Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui program 9 BERANI yang diarahkan untuk mengurangi beban hidup masyarakat.
Dua di antaranya, yakni BERANI Cerdas dan BERANI Sehat, disebut memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Anwar menjelaskan, program BERANI Cerdas berangkat dari keinginan orang tua agar anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan hingga menjadi sarjana, namun terkendala persoalan biaya.
Hingga saat ini, kata dia, manfaat program tersebut telah menyentuh lebih dari 47 ribu mahasiswa di Sulawesi Tengah dan diproyeksikan mencapai 120 ribu mahasiswa pada 2030.
Sementara melalui program BERANI Sehat, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan hanya karena tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, menunggak iuran, maupun memiliki penyakit yang tidak ditanggung dalam skema BPJS Kesehatan.
“Kita tidak mau melihat rakyat kita susah,” ucap Anwar.
Ia menegaskan, nilai kepedulian kepada sesama yang dicontohkan Rasulullah menjadi salah satu landasan semangat pemerintah dalam menghadirkan program yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Saya yakin dan percaya, dengan sifat Rasulullah yang peduli kepada umat, Allah akan menurunkan keberkahan ke negeri kita ini,” tambahnya. *


