PALU, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berjanji mengaktifkan peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang dinilai belum berjalan optimal, dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Palu, Minggu (3/5/2026).
Komitmen tersebut disampaikan di hadapan sekitar 500 peserta dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja yang menghadiri kegiatan di Milenium Waterpark, Jalan Wolter Monginsidi.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memaksimalkan peran LKS Tripartit sebagai ruang dialog yang efektif. Kami juga menyiapkan penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran,” kata Anwar.
Ia mengakui, meski telah terbentuk sekitar satu tahun, LKS Tripartit belum memberikan dampak signifikan dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan di daerah.
Ketua Panitia yang juga Ketua Aliansi Buruh Tadulako (ABT), Abd. Wahyudin, menyambut komitmen tersebut dan berharap LKS Tripartit tidak lagi berjalan stagnan.
“Ini harus menjadi momentum perubahan. LKS Tripartit harus benar-benar hadir sebagai ruang bersama untuk menyelesaikan persoalan riil buruh,” ujarnya.
Menurut Wahyudin, peringatan Hari Buruh tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pengingat bahwa perjuangan atas perlindungan, kesejahteraan, dan keadilan pekerja masih terus berlangsung.
Aliansi Buruh Tadulako yang menghimpun tujuh serikat pekerja menyatakan siap terlibat aktif dalam mendorong optimalisasi LKS Tripartit sebagai forum dialog sosial yang terbuka dan berpihak pada kepentingan bersama.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Reny Arniwaty Lamadjido, jajaran Forkopimda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Dony K. Budjang, serta perwakilan pengusaha dari APINDO.
Peringatan May Day tahun ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menciptakan hubungan industrial yang lebih harmonis dan berkeadilan di Sulteng. *


