BANGKOK, CS – Huawei tampil dalam ajang Asia Pacific Rail 2026 di Bangkok, Thailand, dengan memamerkan berbagai solusi perkeretaapian cerdas guna mendukung percepatan transformasi digital di industri transportasi rel.

Dalam pameran perkeretaapian terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut, Huawei mengusung tema “Accelerating Rail Digital Intelligence” dan menghadirkan berbagai teknologi terbaru untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, serta keberlanjutan layanan transportasi penumpang dan logistik.

Acara itu dihadiri lebih dari 500 pemangku kepentingan industri perkeretaapian dari berbagai negara. Huawei juga menggelar “Huawei Roundtable Discussion 2026” yang mempertemukan pakar global dan mitra industri guna membahas perkembangan masa depan sektor perkeretaapian.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah solusi Rail Broadband berbasis Future Railway Mobile Communication System (FRMCS). Teknologi tersebut menawarkan konektivitas berlatensi rendah dan keandalan tinggi untuk mendukung operasional penting di jaringan kereta api.

Huawei juga memamerkan solusi AI Inspection yang dirancang untuk membantu operator kereta api membangun aset data serta mendeteksi gangguan jaringan secara lebih cepat dan akurat. Solusi tersebut dikembangkan melalui proses active learning agar mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kebutuhan operasional dan pasar.

Dalam sesi pemaparan bertajuk “Leading Digital Infrastructure to Empower Rail Intelligence”, Vice President Smart Transportation Business Unit Huawei, Raymond Zuo, mengatakan perusahaan meluncurkan strategi inovasi industri perkeretaapian bertajuk iRAIL yang berorientasi pada visi pengembangan hingga 2035.

Menurutnya, strategi tersebut bertujuan meningkatkan keandalan dan otomatisasi layanan perkeretaapian sekaligus menghadirkan layanan terintegrasi bagi penumpang dan sektor logistik.

Sementara itu, Ethan Lee menilai sistem manajemen keselamatan kereta api kini bergerak dari pendekatan reaktif menuju sistem prediktif dan preventif berbasis kecerdasan buatan serta analisis data tingkat lanjut.

Di sisi lain, dalam diskusi mengenai sistem persinyalan, Sanford Sheng menyebut sistem komunikasi perkeretaapian global tengah berevolusi dari radio VHF dan GSM-R menuju FRMCS generasi terbaru. Ia menilai penerapan standar FRMCS terpadu dapat membantu mengatasi tantangan interoperabilitas lintas sistem dan roaming kereta lintasnegara.

Saat ini, Huawei disebut telah mendukung lebih dari 300 jalur kereta perkotaan di berbagai negara. Selain itu, solusi Smart Railway Huawei telah diterapkan pada jaringan rel sepanjang lebih dari 180 ribu kilometer di seluruh dunia.

Ke depan, Huawei menyatakan akan terus mengembangkan teknologi dan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan industri perkeretaapian global melalui kolaborasi bersama mitra internasional guna mendukung sistem mobilitas yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. *