MALANG, CS – Tuntutan mahasiswa agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi mendapat respons dari Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita.

Menurutnya, evaluasi bahkan penghentian sementara program dapat dilakukan apabila pelaksanaannya di lapangan masih menimbulkan berbagai persoalan.

Sikap tersebut disampaikan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Amithya saat menerima aspirasi mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Kota Malang pada 15 hingga 16 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah catatan terkait pelaksanaan program MBG. Mereka menilai masih terdapat kendala teknis yang perlu dibenahi sehingga program belum berjalan secara optimal.

Menanggapi hal itu, Amithya menyatakan pihaknya memahami keresahan yang disampaikan peserta aksi. DPRD Kota Malang juga membuka ruang untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa.

Mahasiswa dalam aksinya mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Mereka bahkan meminta program tersebut dihentikan sementara apabila pelaksanaannya dinilai belum efektif dan masih menyisakan berbagai masalah di lapangan.

Selain itu, mahasiswa meminta DPRD Kota Malang meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat dan DPR RI agar menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan.

Aksi yang berlangsung di Kota Malang itu berfokus pada efektivitas pelaksanaan program MBG. Para peserta menilai evaluasi diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

DPRD Kota Malang menyatakan akan menampung aspirasi yang berkembang dan meneruskannya kepada pihak terkait di tingkat pusat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya perbaikan program yang saat ini menjadi salah satu kebijakan nasional. *