KENDARI, CS – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, menegaskan komitmennya dalam mendorong praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengembangan Proyek Pomalaa di Sulawesi Tenggara.

Perusahaan menampilkan pendekatan terintegrasi yang mencakup hilirisasi nikel, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai satu kesatuan dalam model operasionalnya.

Upaya tersebut diperkenalkan kepada publik melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan pameran di HUT ke-62 Sulawesi Tenggara.

Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Hasmir, menyampaikan bahwa seluruh proses pengembangan proyek dijalankan dengan standar operasional yang mengedepankan aspek lingkungan dan keselamatan.

“Hilirisasi nikel di Pomalaa kami pastikan berjalan dengan prinsip tanggung jawab lingkungan, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional,” ujarnya, melalui rilis diterima media ini, Minggu (26/4/2026).

Di sisi sosial Kata Hasmir, PT Vale juga melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah berjalan selama satu dekade. Program tersebut saat ini difokuskan pada penguatan sektor pertanian di Kabupaten Kolaka.

Salah satu implementasinya adalah pembinaan Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK) yang menaungi 58 petani dalam pengelolaan hingga distribusi beras organik.

“Tujuannya agar petani dapat mandiri dalam produksi dan pemasaran, khususnya untuk produk beras organik,” kata Hasmir.

Selain sektor pertanian, perusahaan juga melibatkan pelaku UMKM binaan dengan menghadirkan berbagai produk lokal seperti keripik ubi, dodol, abon, dan minuman herbal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dalam pendekatan edukasi publik, PT Vale juga memperkenalkan proses hilirisasi nikel melalui display material galian serta informasi tahapan pengolahan yang sedang dikembangkan di Pomalaa. Maskot Anoa bernama “Kadoee” turut digunakan sebagai simbol pelestarian ekosistem Sulawesi Tenggara.

Partisipasi tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam membangun pemahaman publik mengenai konsep pertambangan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek industri, sosial, dan lingkungan.

Selain itu, penerapan standar keselamatan kerja dan pembinaan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari tata kelola perusahaan. Hal ini mencakup pelibatan generasi muda melalui program magang dan praktik kerja lapangan di area operasional.

Melalui pengembangan Proyek Pomalaa, PT Vale menegaskan arah bisnisnya yang tidak hanya berfokus pada produksi nikel, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. *