MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanggulangan bencana melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor.
Langkah ini dilakukan menyusul tingginya tingkat risiko bencana yang dimiliki Kabupaten Morowali.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pembentukan TRC Multisektor Penanggulangan Bencana bertema “Bencana Urusan Bersama” di Aula Kantor Bupati Morowali, Kamis (9/7/2026).
Rapat dibuka Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, serta dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Morowali, Kapolres Morowali, Dandim 1311/Morowali, Kepala Pelaksana BPBD Morowali, Staf Ahli Bupati, Baznas, para camat, perwakilan PT IMIP, serta unsur perangkat daerah dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Iriane mengatakan pesatnya pembangunan di Kabupaten Morowali harus dibarengi dengan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun nonalam.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia, Morowali masuk dalam kategori daerah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, media, dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Iriane.
Menurutnya, pembentukan TRC Multisektor merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan kaji cepat, penanganan darurat, hingga pengoperasian Pos Komando saat terjadi bencana.
Wakil Bupati berharap tim yang dibentuk tidak hanya bersifat administratif, tetapi didukung personel yang memiliki kompetensi, sistem komunikasi yang efektif, serta mampu bergerak cepat dan terkoordinasi dalam setiap kondisi darurat.
Sebelumnya, Ketua Panitia melaporkan bahwa pembentukan TRC Multisektor bertujuan meningkatkan sinergi antara perangkat daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan relawan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan profesional.
Melalui pembentukan tim tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali menegaskan komitmennya membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari berbagai risiko bencana.
Reporter: Murad


