MOROWALI, CS – Wakil Bupati (Wabup) Morowali, Iriane Iliyas, menyoroti masih tingginya keluhan masyarakat terkait layanan air bersih, khususnya di wilayah kepulauan dan Kecamatan Bungku Selatan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Morowali mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai langkah memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Iriane saat memimpin rapat evaluasi Direksi PDAM Kabupaten Morowali Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7/2026).

Rapat membahas laporan kinerja PDAM sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelayanan air bersih.

Dalam arahannya, Iriane menegaskan proses evaluasi harus dilakukan secara objektif, terbuka, dan menyeluruh. Ia meminta seluruh peserta rapat menyampaikan capaian maupun berbagai kendala yang masih dihadapi PDAM agar menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah perbaikan.

Menurutnya, hingga kini masih terdapat masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan Kecamatan Bungku Selatan, yang belum menikmati layanan air bersih secara optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan memerlukan solusi yang konkret serta percepatan penyelesaiannya.

“Evaluasi ini harus dilakukan secara selektif. Baik capaian maupun kekurangan PDAM harus disampaikan secara terbuka agar menjadi dasar perbaikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Iriane.

Sementara itu, Direktur PDAM Morowali, Mustari, memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan perusahaan. Di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Akademi Teknik Tirta Wiyata dengan sistem ikatan dinas untuk mencetak tenaga profesional di bidang pengelolaan air minum.

PDAM juga terus melakukan digitalisasi pelayanan melalui pembangunan sistem basis data pelanggan berbasis daring guna meningkatkan akurasi data serta efektivitas pelayanan. Selain itu, perusahaan menyiapkan pengembangan usaha berupa pembangunan kawasan perkantoran terpadu, laboratorium, fasilitas pendukung operasional, hingga pengembangan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Ketua Dewan Pengawas PDAM Morowali, Husban Laonu, menilai kinerja PDAM menunjukkan perkembangan positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Namun, ia menegaskan evaluasi terhadap struktur organisasi, sumber daya manusia, dan strategi bisnis harus terus dilakukan agar potensi perusahaan dapat dimaksimalkan.

Menurut Husban, jumlah pelanggan yang telah mencapai lebih dari 6.000 sambungan rumah merupakan potensi besar untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Di sisi lain, kapasitas sumber air yang tersedia masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga peluang memperluas layanan kepada masyarakat masih sangat terbuka.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Morowali, Anwar Saimu, mengatakan hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam menyusun kebijakan yang terukur untuk meningkatkan kinerja PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ia berharap evaluasi ini mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kontribusi PDAM terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Reporter: Murad