JAKARTA, CS – Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam RAPBN 2027. Dari total tersebut, sekitar Rp240 triliun akan dialokasikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan besarnya anggaran pendidikan tersebut merupakan implementasi amanat konstitusi yang mewajibkan negara mengalokasikan sedikitnya 20% dari APBN untuk sektor pendidikan.
“Jadi, itu akan kita implementasikan di tahun 2027,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Menurut Purbaya, anggaran pendidikan 2027 akan diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
Salah satunya melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditargetkan menjangkau 22,1 juta siswa. Pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi sekitar 1,1 juta mahasiswa melalui PIP Kuliah serta tunjangan profesi bagi sekitar 1,3 juta guru non-PNS.
Selain itu, pemerintah memasukkan MBG sebagai salah satu program yang mendapat dukungan dari anggaran pendidikan. Program tersebut pada 2027 ditargetkan menjangkau sekitar 60,6 juta penerima dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp240 triliun.
“Kita juga akan membangun sekolah unggul Garuda dan sekolah rakyat, tingkatkan kualitas pembelajaran melalui makan bergizi gratis, dan sebagainya seperti yang sudah disampaikan Bapak Presiden,” kata Purbaya.
Anggaran Pendidikan Naik
Alokasi Rp820,9 triliun menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan dalam rancangan APBN 2027. Anggaran tersebut tidak hanya diarahkan pada pembiayaan operasional pendidikan, tetapi juga sejumlah program prioritas pemerintah.
Di dalamnya terdapat pembangunan Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat, selain berbagai program bantuan pendidikan untuk siswa, mahasiswa, dan tenaga pendidik.
Pemerintah juga menempatkan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai salah satu sasaran, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik lewat program MBG.
Dengan demikian, anggaran pendidikan 2027 tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, tetapi juga mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Di luar pendidikan, pemerintah juga menyiapkan anggaran besar untuk perlindungan sosial dan ketahanan pangan. Anggaran perlindungan sosial 2027 disebut mencapai sekitar Rp549,9 triliun, sedangkan anggaran ketahanan pangan berada di kisaran Rp195,3 triliun.
Besarnya alokasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan pendidikan, perlindungan sosial, dan ketahanan pangan sebagai tiga instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional pada 2027.*


