SINGAPURA, CS – Kenaikan jumlah titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra serta Kalimantan mulai memicu kecemasan di negara tetangga. Pemerintah Singapura memperingatkan tingginya risiko paparan kabut asap lintas batas yang berpotensi mengganggu agenda internasional, termasuk ajang balap F1 Singapura pada Oktober 2026 mendatang.
Sebagai langkah antisipasi dini, Gugus Tugas Kabut Asap atau Haze Task Force (HTF) yang dikoordinasikan oleh National Environment Agency (NEA) bersama 28 lembaga pemerintah telah mengaktifkan skema kesiapsiagaan berjenjang. Peringatan ini diperkuat oleh Layanan Meteorologi Singapura yang memprediksi dominasi angin tenggara dan barat daya dapat membawa asap jika karhutla semakin meluas.
Dampak kondisi cuaca ekstrim ini bahkan sudah dirasakan dalam aktivitas keagamaan warga lokal. Dewan Agama Islam Singapura memangkas durasi khutbah sholat Jumat guna menjaga kenyamanan para jemaah.
“Singapura sedang mengalami cuaca yang semakin panas, sementara beberapa daerah juga mulai mengalami kabut asap. Mulai minggu ini, sesi khutbah Jumat akan dipersingkat untuk membantu menjaga kenyamanan jemaah selama kondisi cuaca yang menantang ini,” tulis pengumuman resmi akun Instagram @muis.sg.
Pengalaman pahit krisis udara buruk pada September 2019 menjadi alasan utama pemerintah setempat bertindak cepat. Kala itu, gelombang asap karhutla menyelimuti ajang Singapore Grand Prix Formula 1, hingga penyelenggara harus membagikan masker N95 kepada sebagian besar dari 268.000 penonton yang hadir.
Guna mengantisipasi skenario terburuk pada gelaran F1 Singapura tahun ini, pihak organizer telah menyusun skema darurat bersama instansi terkait.
“Rencana tersebut telah dirumuskan dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan dan instansi pemerintah. Jika kabut asap menyebabkan masalah visibilitas, kesehatan masyarakat, atau operasional, Singapore GP akan bekerja sama erat dengan instansi terkait sebelum mengambil keputusan bersama mengenai kejadian tersebut,” tegas juru bicara Singapore GP.
Selain F1, agenda luar ruangan lain seperti Singapore Night Festival 2026 yang berlangsung hingga 5 September turut memantau ketat perkembangan kualitas udara harian demi keselamatan pengunjung.*


