Kapolda dan Dandrem Launcing Kampung Tangguh Tinombala di Donggala

Kapolda Sulawesi Tengah, Irejen Pol Drs Abdul Rakman Baso SH, menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri, Masker dan Hand Sanitizer kepada salah seorang perwakilan warga, Kamis 25 Februari 2021. (FOTO : Channelsulawesi.id)

DONGGALA, CS – Kapolda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol Drs. Abdul Rakhman Baso SH  dan Danrem 132 / Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf MA, melakukan kunjungan ke Posko Kampung Tangguh Tinombala, yang terletak di RW III, Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Kamis 25 Februari 2021.

Pada kunjungan tersebut, Dandrem 132 / Tadulako berharap agar kegiatan yang terlaksana di kampung tangguh ini dapat ditularkan ke wilayah lain.

Bacaan Lainnya

“Karena apabila satu kelurahan dan kelurahan yang lain sudah bisa menjadi kampUng tangguh, maka saya yakin Kabupaten Donggala ini akan segera bisa menekan penularan Covid 19 dengan cepat,” terangnya.

Baca Juga :  Penetapan Tersangka Pengadaan Kapal Diskanlut Tolitoli dinilai Cacat Prosedur

Oleh karena itu, kata dia, mari patuhi protokol kesehatan yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas (5M).

“Selain itu saran kami agar laksanakan juga 3T yaitu, Testing, Treatmen dan Tracing. Testing maksudnya silahkan diperiksa orang-orang yang baru datang di Kabupaten Donggala, setelah itu treatmen perawatan atau pengobatan dan bagi orang yang terkonfirmasi positif silahkan adakan tracing, untuk melacak kepada siapa saja orang tersebut melakukan kontak langsung,”tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sulteng menjelaskan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah, Polri dan TNI untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kapolri dan Panglima TNI adalah kampung tangguh.

“Jadi kampung tangguh ini adalah upaya kita secara botton up atau dari bawah ke atas. Dengan mengakomodir kearifan lokal yaitu gotong royong. Saya sangat berbangga hidup di Indonesia yang mempunyai kedaulatan Pancasila, karena apa yang dilakukan di dalam kampung tangguh adalah manifestasi nilai-nilai butir-butir pancasila sebanyak 39 itu,” tegas Kapolda.

Baca Juga :  Razia Rayonisasi, Polsek Palu Utara Ciduk Empat Warga Membawa Sabu

Kata dia, kampung tangguh memiliki kegiatan dalam berbagai sektor mulai dari aspek penanganan pasien covid 19 sampai pencegahannya.

“Saat ini kampung tanggu di Sulawesi Tengah sebanyak 89 dari sekitar 170 lebih Kecamatan, dengan jumlah sekitar 2014 desa,” tuturnya.

Sehingga, kata dia, Provinsi Sulteng menjadi zona hijau, hal ini tentunya diharapkan dapat menjadi dorongan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Ditempat yang sama, Bupati Donggala, Kasman Lassa menjelaskan, kecenderungan peningkatan Covid 19 hampir dialami oleh semua daerah. Oleh karena itu, pemerintah sangat gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid 19.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Donggala Dianugrahi Manggala Karya Kencana

“Total kasus kumulatif kasus covid 19 di Kabupaten Donggala sebanyak 421 kasus, kemudian sembuh 302, meninggal 13 orang, dan masih dalam perawatan 106 orang. Saat ini pasien covid 19 di Kabupaten Donggala menjalani perawatan di Rumah Sakit Pratama Tambu,”ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Donggala, kata dia, begitu bersungguh-sunggu dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19. Dengan melibatkan seluruh eleman masyarakat, mulai dari ASN, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan seluruh aparat Pemerintah Desa.

“Saya berharap dengan pembentukan kampung tangguh ini, penyebaran covid 19 di Kabupaten Donggala bisa dihetikan. Sehingga, Kabupaten Donggala terbebas dari penyebaran Covid 19,”harapnya. (ADK)

Pos terkait