MOROWALI, CS – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Abdul Wahid Hasan membuka pendidikan vokasi manufaktur pakaian jadi setara Diploma Satu (D1) tahun akademik 2024-2025.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Morowali dengan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (ST3) Bandung. Kegiatannya, di salah satu hotel di Morowali, Senin 2 Desember 2024.
Abdul Wahid Hasan dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya pendidikan vokasi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap bersaing di era industri modern.
“Menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif tidak cukup hanya dengan pendekatan kognitif,”ujar Abdul Wahid.
Lanjutnya, pendidikan vokasi memberikan ruang bagi generasi muda untuk mempraktikkan ilmu secara langsung dan menciptakan produk baru yang bermanfaat bagi Masyarakat program ini adalah wujud nyata link and
match antara pendidikan dengan dunia usaha dan industri.
Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada SDM berkualitas yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan industri berbasis teknologi modern.
Pendidikan ini diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru
Sementara itu, Direktur ST3 Bandung, Arief Dewanto, menyebut bahwa program ini adalah momen bersejarah bagi kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri.
“Kami memadukan pembelajaran berbasis teori dengan pelatihan praktis agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja unggul yang siap bersaing di dunia kerja,” ungkap Arief Dewanto.
Kepala Dinas Pendidikan Amir Aminudin, juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran program ini meski mencatat masih adanya tantangan di bidang pendidikan yang harus diatasi bersama.
“Kita perlu bertindak perlahan namun pasti dengan memanfaatkan seluruh sumber daya untuk menyelesaikan kendala yang ada. Upaya ini bukan hanya untuk satu atau dua tahun, melainkan menjadi bagian dari strategi berkelanjutan,” tutur Amir Aminudin.
Pendidikan ini diharapkan mampu mendukung penguatan daya saing industri di Kabupaten Morowali, sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan SDM yang berkualitas.(MRM)

