PALU, CS – Sekolah Lanjut Usia (Lansia) Bina Keluarga Lansia (BKL) Seroja resmi diluncurkan sebagai pelopor pendidikan lansia pertama di Kota Palu.

Peluncuran berlangsung di Yayasan Ar Rahman, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Rabu (14/5/2025), dan menjadi tonggak baru dalam peningkatan kualitas hidup warga lanjut usia di wilayah tersebut.

Kegiatan ini diresmikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, bersama Ketua TP-PKK Kota Palu, Hj. Dyah Puspita. Keduanya menandai dimulainya program yang mengusung pendekatan andragogi atau metode pembelajaran berbasis kebutuhan orang dewasa.

“Di sini para lansia mendapatkan akses untuk belajar, berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat jejaring sosial,” ujar Tenny dalam sambutannya.

Tenny menjelaskan, jenjang pembelajaran di sekolah lansia ini digambarkan secara simbolik seperti S1, S2, dan S3, tanpa tekanan akademik.

Ia menegaskan bahwa tempat ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga sarana untuk bersosialisasi, tumbuh bersama, dan merasa dihargai.

Senada dengan itu, Kepala Yayasan Ar Rahman, Irwandi S. Nurhamidin, menekankan pentingnya merawat para lansia sebagai bagian dari keberkahan hidup.

Ia mengungkapkan bahwa selama 16 tahun terakhir, pihaknya telah membina lebih dari 1.200 lansia melalui berbagai kegiatan spiritual dan sosial, seperti khatam Al-Qur’an bulanan, wisata religi, dan pengajian rutin.

“Kami ingin lansia tidak hanya menjadi penjaga cucu di rumah. Tapi bagaimana mereka tetap bisa menuntut ilmu dan bahagia di usia senja,” jelas Irwandi.

Ia menambahkan bahwa konsep sekolah lansia bukanlah tempat tekanan, tetapi ruang yang menggembirakan.

“Di sekolah ini, guru mengikuti murid, bukan sebaliknya. Tidak ada PR, tidak ada makalah. Masuk sekolah senang-senang, pulang dengan senyum,” tuturnya.

Ketua TP-PKK Kota Palu, Hj. Dyah Puspita, turut mengapresiasi inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik, psikososial, dan spiritual dalam menghadapi proses penuaan.

Ia juga mendorong para lansia untuk tetap aktif secara mental dengan berbagai kegiatan ringan seperti teka-teki silang atau bermain catur.

“Berarti saya tidak boleh larang-larang Pak Wali main catur ya, karena bagus untuk melatih otak sat set atur strategi,” ucapnya berseloroh disambut tawa hadirin.

Peluncuran ini turut dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Palu, Camat Tatanga, Lurah Duyu, Kepala Puskesmas Sangurara Duyu, Kepala Sekolah Pelita Hati Kabupaten Sigi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Editor : Yamin