MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf resmi meluncurkan program unggulan IKLAS Juara dan menyerahkan hibah kepada 17 pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di seluruh kecamatan.
Peluncuran merupakan salah satu acara dalam peresmian layanan kesehatan inovatif bertajuk “Jemput Sakit, Pulang Sehat”, Senin (19/05/2025).
Penyerahan bantuan hibah dilakukan secara simbolis oleh Bupati Iksan, didampingi oleh Wakil Bupati, Iriane Iliyas dan Sekretaris Daerah Yusman Mahbub.
Program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja kepemimpinan mereka yang mengusung pendekatan pelayanan publik yang berbasis keadilan dan kedekatan sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa pesantren sebagai pilar pendidikan moral dan keagamaan juga mendapat perhatian dan dukungan, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga kesejahteraan,” ungkap Bupati Iksan.
Salah satu penerima bantuan, Ustadz Rusli Baco dari Pondok Pesantren Al-Khairaat Sakita, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu pesantren yang mayoritas dihuni oleh santri dari keluarga sederhana.
“Ini menyentuh langsung masyarakat kecil. Bantuan ini kami syukuri dan sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Rusli juga menekankan pentingnya program Jemput Sakit, Pulang Sehat bagi lembaga pesantren yang kerap kesulitan saat ada santri yang jatuh sakit.
“Biasanya kami harus mencari cara sendiri untuk mengantar santri ke puskesmas. Sekarang, dengan adanya layanan ini, kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Sebanyak 17 pesantren yang tersebar dari Lambelu hingga Pulau Tiga tercatat menerima bantuan hibah, termasuk Ponpes Nurul Ummah Lambelu, Al-Hikmah Lambelu, Tahfidz Al-Qur’an Nurul Huffazh Wosu, hingga Yayasan Darul Khaerat Mendui.
Mereka menjadi representasi dari komitmen pemerintah daerah terhadap pemerataan akses pendidikan dan pelayanan dasar.
Layanan kesehatan Jemput Sakit, Pulang Sehat sendiri menjadi salah satu inovasi program IKLAS Juara yang mengedepankan akses kesehatan langsung ke masyarakat, khususnya di wilayah dan komunitas yang sulit dijangkau layanan konvensional.
Reporter : Murad

