TOLITOLI, CS – Kabupaten Tolitoli mencatat jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang semester pertama 2025.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), terdapat 50 kasus di Tolitoli, disusul Kabupaten Buol (45 kasus) dan Kota Palu (44 kasus).

Data ini diungkapkan oleh akademisi dan peneliti kebijakan publik, Indar Ismail, di temui, di Palu, Senin (30/6/2025).

Pria yang akrab disapa Indar mengugkapkan, data tersebut juga disampaikannya dalam kegiatan pelatihan manajemen usaha dan tata rias bagi perempuan yang berlangsung di Aula Desa Lalos, Kecamatan Galang, Selasa (24/6/2025) lalu.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Lalos.

Indar menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2025, tercatat 12.763 kasus kekerasan di Indonesia, dengan 2.644 korban adalah perempuan. Di Sulawesi Tengah, total 262 kasus dilaporkan.

“Mayoritas kekerasan terjadi di lingkungan rumah tangga dan umumnya bersifat fisik serta seksual. Ini mencerminkan masih kuatnya pola kekerasan dalam ruang domestik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi perempuan sebagai salah satu upaya pencegahan KDRT. Dengan memiliki penghasilan sendiri, perempuan diyakini lebih memiliki daya tawar dan bisa mengurangi ketergantungan yang seringkali menjadi pemicu kekerasan berbasis ekonomi.

Pelatihan ini diikuti 60 perempuan pelaku UMKM dan ibu rumah tangga dari Desa Lalos dan sekitarnya. Selain materi tentang penguatan ekonomi, peserta juga mendapat pelatihan tata rias wajah yang dipandu oleh penata rias dari Kota Palu. Lima peserta diberi kesempatan mempraktikkan teknik merias secara langsung.

Materi lainnya disampaikan oleh Muhammad Taufik dan Fadli dari Yayasan Sikola Mombine, yang memaparkan pentingnya pencatatan keuangan sederhana—mulai dari pendapatan, pengeluaran hingga tabungan, untuk memperkuat usaha perempuan.

Dalam kegiatan ini, DP3A Sulteng juga memfasilitasi pendataan terhadap pelaku UMKM perempuan di wilayah tersebut sebagai bentuk pembinaan lanjutan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Irmawati, perwakilan Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3A Sulteng, Kepala Desa Lalos Sujono G. Darus, serta Ketua BPD Lalos Syahrudin S. Kasim.

Editor : Yamin