PALU, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid meresmikan operasional penerbangan Indonesia AirAsia di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sabtu (7/3/2026).
Peresmian ditandai dengan prosesi pengguntingan pita bersama Director Flight Operations Indonesia AirAsia, Akhmad Maulana Hendarto.
Pembukaan rute baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Sulawesi Tengah dengan daerah lain di Indonesia, khususnya melalui jaringan penerbangan yang terhubung dengan kota-kota utama di Pulau Jawa dan Sulawesi.
Director Flight Operations Indonesia AirAsia, Akhmad Maulana Hendarto, mengatakan kehadiran rute tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat jaringan penerbangan di kawasan Indonesia Timur.
“Rute Surabaya–Makassar menjadi penghubung utama yang memperkuat Makassar sebagai titik transit sekaligus virtual hub di kawasan Indonesia Timur. Dari Makassar, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Palu, Kendari, dan Luwuk dalam satu rangkaian penerbangan yang terjadwal,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan rute tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Selain itu, jaringan penerbangan AirAsia juga membuka peluang konektivitas internasional bagi masyarakat Sulawesi melalui Makassar.
Ia menjelaskan, saat ini AirAsia juga mengoperasikan rute internasional Makassar menuju Kuala Lumpur, Malaysia dengan fasilitas Fly-Thru yang memungkinkan penumpang melakukan perjalanan terhubung tanpa harus mengambil bagasi di kota transit.
“Sebagai contoh, masyarakat dari Palu yang ingin ke Kuala Lumpur dapat membeli tiket langsung dari Palu ke Kuala Lumpur. Bagasi akan langsung terkoneksi hingga tujuan akhir tanpa perlu diambil kembali di Makassar. Inilah yang kami sebut layanan Fly-Thru AirAsia Group,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut baik kehadiran AirAsia yang dinilai menjadi momentum penting bagi peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi udara di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa beroperasinya AirAsia di Palu merupakan berkah bagi masyarakat Sulawesi Tengah, terlebih pada momentum bulan suci Ramadan.
“AirAsia datang di bulan yang penuh berkah. Ini tentu bukan kebetulan, tetapi bagian dari rencana Allah. Kami berharap kehadiran AirAsia menjadi kebanggaan sekaligus solusi bagi kebutuhan transportasi udara masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Anwar.
Ia juga berharap AirAsia dapat memperluas layanan rute penerbangannya di Sulawesi Tengah, tidak hanya rute Makassar–Palu, tetapi juga membuka peluang rute lain yang dibutuhkan masyarakat, termasuk penerbangan langsung Jakarta–Palu dengan pilihan jadwal yang lebih variatif.
Selain itu, Gubernur menyoroti potensi rute domestik lain di Sulawesi Tengah seperti Palu–Luwuk yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulteng akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan layanan penerbangan di wilayahnya, termasuk bagi maskapai yang beroperasi di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan selamat beroperasi kepada AirAsia. Kami akan terus mendukung agar AirAsia dapat berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Anwar juga mengungkapkan bahwa Bandara Mutiara SIS Al-Jufri saat ini terus berkembang dan direncanakan akan segera dioperasikan sebagai bandara internasional, sehingga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan rute penerbangan internasional dari Palu.
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Prasetyohadi, Kapolresta Palu Hari Rosena, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan beroperasinya rute baru ini, diharapkan konektivitas transportasi udara di Sulawesi Tengah semakin kuat serta membuka peluang peningkatan investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah. *

