PALU, CS – Kegiatan Pramuka Peduli Kependudukan yang digelar Tim Kerja 3 Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di SMP Gamaliel Palu berlangsung interaktif, dengan siswa aktif berdiskusi mengenai isu pernikahan dan perencanaan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami berbagai persoalan kependudukan sejak dini, termasuk pentingnya kesiapan dalam membangun keluarga di masa depan.
Narasumber Astrid Sagita Tandi dalam pemaparannya mengangkat fenomena childfree, yakni pilihan pasangan menikah untuk tidak memiliki anak. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut umumnya dipengaruhi faktor ekonomi maupun pertimbangan pribadi.
Meski demikian, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tetap mendorong konsep keluarga kecil yang sehat dan sejahtera, dengan perencanaan yang matang.
“Pernikahan membutuhkan kesiapan, bukan hanya perasaan, tetapi juga kesiapan finansial dan mental,” ujar Astrid dalam kegiatan tersebut, Selasa (7/4/2026).
Diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah siswa menyampaikan pandangan beragam, mulai dari pentingnya memiliki banyak anak untuk memperkuat kebersamaan keluarga hingga alasan memilih jumlah anak sedikit agar pengasuhan lebih optimal.
Sebagian siswa juga menilai pilihan childfree dapat dipahami sebagai bentuk kesiapan mental yang belum terpenuhi.
Pandangan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap konsekuensi dalam setiap pilihan hidup, khususnya terkait perencanaan keluarga.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pemahaman sejak dini agar generasi muda mampu merencanakan masa depan secara lebih matang dan bertanggung jawab. *

