PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) menargetkan peningkatan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari kategori A menjadi AA pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Untad harus meningkatkan nilai SAKIP dari 81,95 menjadi minimal 90 sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Target tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., saat membuka kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Penguatan SAKIP serta Pencapaian Target Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026 di Hotel Santika Palu, mulai 11 hingga 12 Juni 2026.
“Kita saat ini berada pada nilai 81,95. Untuk memperoleh predikat AA, nilai minimal yang harus dicapai adalah 90. Ini menjadi tantangan yang harus dikerjakan bersama oleh seluruh unit kerja,” kata Aiyen.
Ia menjelaskan, Untad berhasil mempertahankan predikat A sejak 2023. Namun, peningkatan nilai yang diperoleh dari tahun ke tahun dinilai belum cukup untuk mencapai kategori AA.
Menurut Aiyen, pencapaian target tersebut harus dimulai dari perencanaan yang terukur dan selaras dengan sasaran kinerja universitas. Setiap program dan kegiatan yang disusun oleh unit kerja diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja institusi.
Ia juga mengingatkan bahwa target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang harus dicapai Untad merupakan bagian dari kontrak kinerja yang telah ditetapkan antara perguruan tinggi dan kementerian.
Kegiatan pendampingan tersebut menghadirkan Ketua Tim Akuntabilitas Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemdiktisaintek, Muhammad Antoni Fauzi. Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pendampingan terkait penguatan implementasi SAKIP serta strategi pencapaian target IKU di lingkungan Universitas Tadulako.
Pendampingan diikuti pimpinan fakultas, wakil dekan, koordinator program studi, perwakilan unit kerja, dan sejumlah unsur terkait lainnya di lingkungan Untad.
Sementara itu, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., saat menutup kegiatan menekankan pentingnya ketepatan penyusunan program dan penganggaran agar target kinerja yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
Menurutnya, setiap unit kerja perlu memastikan program yang dirancang sejalan dengan kebutuhan institusi serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja universitas.
“Keseimbangan antara sumber daya yang tersedia dan hasil yang ingin dicapai harus menjadi perhatian dalam setiap perencanaan program,” ujar Prof Amar. *


