PALU, CS – Sampah sisa dapur yang selama ini dianggap tidak bernilai mulai dilirik warga Kelurahan Poboya, Kota Palu, sebagai bahan yang bisa diolah menjadi produk bermanfaat.

Puluhan ibu rumah tangga di wilayah tersebut mendapat pelatihan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme melalui program bertajuk “Waste to Worth: Ubah Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme” yang digelar PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Poboya, Kamis (27/8/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Poboya itu tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mengajarkan warga memanfaatkan kembali sisa dapur seperti kulit buah dan sayuran melalui proses fermentasi.

Supervisor Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT CPM, Mohamad Rizki Sultan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampah organik sejak dari rumah.

Menurutnya, sampah rumah tangga tidak semestinya selalu berakhir sebagai limbah. Dengan pengetahuan yang tepat, sebagian sampah organik dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

“Ini langkah yang sangat positif. Mudah-mudahan pengetahuan ini bisa menjadi semangat bagi masyarakat, khususnya warga Poboya, untuk mulai mengelola sampah dari rumah,” kata Rizki.

Ia mengatakan, keterampilan tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Terlebih, kebutuhan bahan organik untuk mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat di Kota Palu masih cukup besar.

Dalam pelatihan itu, PT CPM menggandeng Bank Sampah Talise sebagai mentor teknis. Warga diperkenalkan pada tahapan pengolahan sampah organik, mulai dari pemilahan sisa dapur hingga proses fermentasi untuk menghasilkan eco-enzyme.

Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa KKN-T Universitas Abdul Azis Lamadjido Palu. Para mahasiswa ikut mendampingi peserta selama proses pelatihan sekaligus membantu memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Mohammad Arif, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mendorong masyarakat Poboya agar mulai mengurangi kebiasaan membuang sampah rumah tangga tanpa pengolahan.

Ia mengajak warga menjadikan sampah organik sebagai sesuatu yang masih memiliki manfaat, terutama untuk kebutuhan tanaman di lingkungan rumah.

“Mari kita sama-sama kelola sampah masing-masing. Dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, dan setelah tahu harus kita kerjakan serta manfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dorongan serupa disampaikan Ketua LPM Poboya, Yayan Sofyan. Ia meminta warga tidak lagi membiarkan sampah rumah tangga menumpuk atau seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan Kelurahan Poboya.

Melalui pelatihan tersebut, PT CPM menyatakan akan terus mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program pengolahan sampah organik itu diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan warga secara mandiri sehingga sampah dapur yang sebelumnya dibuang dapat memiliki nilai guna.*