PALU, CS – Pertumbuhan ekonomi Kota Palu pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year-on-year (y-on-y), melampaui target pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini yang ditetapkan sebesar 5,27 persen.

Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk terus memperkuat kinerja ekonomi daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.

Upaya pengawalan pertumbuhan ekonomi tersebut dibahas Pemkot Palu dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Sekretaris Kota Palu, Senin (14/9/2026).

Pemkot Palu dalam rapat tersebut diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Bappeda dan BPKAD Kota Palu.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad R. Balombo, mengatakan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan dukungan konkret dari seluruh tingkatan pemerintahan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki posisi penting untuk memastikan kebijakan dan program percepatan ekonomi dapat diterapkan secara nyata di daerah.

“Arahan Bapak Sekretaris Jenderal Kemendagri menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah pusat. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota melalui langkah-langkah nyata dalam mengawal percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengawalan tersebut, Kemendagri meminta pemerintah daerah segera membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

Tim tersebut akan menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan program-program strategis pemerintah berjalan terarah, efektif, dan tepat sasaran.

Berdasarkan Surat Mendagri Nomor 500/6464/SJ Tahun 2026, tim dipimpin sekretaris daerah sebagai ketua dan kepala Bappeda sebagai sekretaris.

Keanggotaan tim juga melibatkan perangkat daerah terkait serta unsur kejaksaan, kepolisian, TNI, dan Bank Indonesia.

“Tim ini memiliki tugas melakukan pemantauan, pengawalan, dan pelaporan terhadap pelaksanaan percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga berbagai program strategis dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” jelas La Ode.

Ia menyebut pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN 2025–2029 yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Presiden, lanjutnya, menekankan pentingnya perencanaan yang realistis dan diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret di lapangan.

Di tengah dorongan pemerintah pusat tersebut, kinerja ekonomi Kota Palu menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen pada triwulan I 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi Kota Palu sepanjang 2026 yang berada di angka 5,27 persen.

Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Pemkot Palu untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat sektor-sektor yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Pemkot Palu selanjutnya akan mendorong sinergi lintas sektor, optimalisasi program pembangunan, penguatan sektor ekonomi produktif, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemkot Palu juga menyatakan kesiapan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah pusat dalam mengawal pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang telah melampaui target 2026, Pemkot Palu optimistis momentum tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulteng sekaligus mendukung pencapaian target nasional 8 persen pada 2029. *