JAKARTA, CS – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tetap aman dari risiko pembatalan status kepesertaan. Pergeseran tingkat desil kemiskinan masyarakat yang dinamis dipastikan tidak akan menggugurkan hak mahasiswa dalam memperoleh bantuan pendidikan tersebut secara mendadak.
Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, menyampaikan bahwa pemerintah terus berpatokan pada data awal saat mahasiswa mendaftar KIP Kuliah. Langkah afirmatif ini diambil guna memberikan kepastian serta perlindungan hak belajar bagi seluruh mahasiswa penerima program.
“Jadi kalau yang sebenarnya desilnya berubah, sebenarnya di ketentuan kita saat ini, sepanjang perubahannya itu masih dalam proses pendaftaran, desil itu yang kita ambil record-nya,” jelas Sandro di sela agenda Sarasehan Mitra Beasiswa yang berlangsung di Jakarta, Rabu (16/9).
Sandro memaparkan bahwa data desil dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur proporsi kemiskinan skala nasional yang sangat dinamis. Ketika sebuah bencana alam melanda suatu wilayah, peta kemiskinan nasional akan langsung bergeser secara otomatis. Dampaknya, warga di wilayah lain berpotensi mengalami kenaikan tingkat desil meskipun kondisi ekonomi riil mereka sama sekali tidak membaik.
“Artinya tidak langsung otomatis terlempar. Karena kalau kita hanya mengambil di satu titik saja itu agak riskan, akhirnya kita buat kebijakan afirmatif seperti itu,” tambah Sandro menegaskan alasan di balik skema perlindungan ini.
Guna menyempurnakan penyaluran bantuan di masa depan, Kemdiktisaintek berencana memperbarui sistem evaluasi agar tidak bergantung sepenuhnya pada indikator desil nasional. Pemerintah mendorong verifikasi lapangan secara langsung oleh tiap kampus demi menjamin bantuan tepat sasaran. Selain itu, kuota penerima KIP Kuliah tahun anggaran 2027 diusulkan melonjak signifikan dari 90.000 menjadi 220.000 mahasiswa setelah mendapat alokasi tambahan 130.000 penerima.*


