MOROWALI, CS – Ratusan massa yang mengatasnamakan Kerukunan Tenggara melakukan aksi spontanitas di area Pos Poltek PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Jumat (8/8/2025) malam, hingga Sabtu (9/8/2025) dini hari.
Aksi yang diikuti sekitar 300 orang itu dipicu oleh belum adanya kejelasan terkait pengeroyokan terhadap Muhammad Rijal alias Saputra, terduga pelaku pencurian yang dihakimi oleh oknum security di wilayah tersebut.
Massa yang merupakan warga Kerukunan Tolaki dan buruh PT IMIP serta kontraktor berkumpul di depan Pos Security Poltek sejak pukul 21.00 Wita.
Pantaun media ini, sekitar pukul 21.20 Wita, massa membakar empat kendaraan milik kontraktor, mobil Hilux, Mitsubishi Triton, Suzuki Carry, dan Daihatsu Granmax, di depan Pos Security MSS. Mereka juga berusaha menerobos masuk, namun dihalau aparat kepolisian.
Sebagian massa kemudian bergerak menuju Pos Rusun Labota, melakukan pengejaran terhadap petugas keamanan, lalu berlanjut ke Pos Fly Over yang juga dilempari dan dibakar.
Ketegangan memuncak hingga aparat keamanan memaksa massa mundur. Namun pada pukul 23.50 Wita, massa kembali melakukan pelemparan ke arah Pos Poltek.
Dandim 1311/Mrw Letkol Inf Abraham S. Panjaitan dan Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain tiba di lokasi sekitar pukul 00.50 Wita untuk berdialog dengan perwakilan massa.
Kapolres memastikan tiga orang rekan massa yang diamankan berada dalam kondisi aman di Polsek, namun menegaskan mereka tetap akan diproses hukum karena diduga melakukan tindak pidana. Perwakilan Pemda Morowali juga mengimbau massa tidak melakukan tindakan berlebihan.
Sekitar pukul 02.27 Wita, massa membubarkan diri dengan aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat pembakaran satu pos keamanan dan empat kendaraan.
Pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polres Morowali, Koramil 1311-09/Bahodopi, Polsek Bahodopi, serta Pamsus PT IMIP. Aparat masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi aksi lanjutan.
Editor: Yamin

