PALU, CS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mulai mempersiapkan rumah sakit menghadapi transformasi sistem pembayaran pelayanan kesehatan dari Indonesia Case Base Groups (INA-CBG) menuju Indonesian Diagnosis Related Groups (I-DRG).

Perubahan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada mekanisme pembiayaan, tetapi juga menjadi momentum peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta penguatan kemandirian rumah sakit.

Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi Sulteng, Novalina, saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng sekaligus membuka Workshop dan Pelatihan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta Kesiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Transformasi INA-CBG ke I-DRG, di Gedung Pogombo, Palu, Selasa (7/7/2026).

Menurut Novalina, transformasi menuju I-DRG merupakan perubahan menyeluruh dalam tata kelola rumah sakit yang menuntut peningkatan profesionalisme, baik dari sisi pelayanan maupun manajemen.

“Rumah sakit dituntut semakin profesional dalam tata kelola klinis, pengelolaan keuangan, digitalisasi rekam medis, penguatan coding diagnosis, peningkatan mutu pelayanan, serta penguatan keselamatan pasien,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan transformasi kesehatan tidak cukup diukur dari perubahan sistem pembayaran semata, tetapi harus tercermin pada meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diterima.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Novalina menekankan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga harus mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, ia menginstruksikan seluruh pengelola rumah sakit pemerintah untuk memahami dan mengimplementasikan secara optimal ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 tentang Badan Layanan Umum Daerah.

Menurutnya, transformasi rumah sakit harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi informasi, serta pembangunan budaya pelayanan yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Novalina juga mengajak para direktur dan pengelola rumah sakit menjadikan workshop tersebut sebagai momentum memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Sulteng.

Dengan kolaborasi dan inovasi, ia optimistis seluruh rumah sakit di daerah mampu menghadapi era baru transformasi kesehatan nasional yang selaras dengan program BERANI Sehat.

Workshop yang diselenggarakan Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Sulteng itu berlangsung selama tiga hari hingga 9 Juli 2026.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola BLUD, implementasi transformasi INA-CBG ke I-DRG, penyelesaian klaim pending, teknik coding diagnosis dan prosedur I-DRG, hingga penguatan peran verifikator internal rumah sakit dalam mencegah fraud dan meningkatkan kualitas pengelolaan klaim. *