JAKARTA, CS – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia angkat bicara mengenai penawaran bantuan dari Pemerintah China terkait penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Saat ini, pihak pemerintah masih memfokuskan seluruh langkah penanggulangan darurat dengan memaksimalkan potensi serta sumber daya internal negara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam sesi press briefing di Jakarta pada Kamis (20/8/2026). Yvonne menjelaskan bahwa rincian mengenai tawaran kerja sama tersebut bakal dibahas lebih mendalam bersamaan dengan agenda kedatangan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

“Rincian pembahasan ikatan kerja sama tersebut dapat kita lihat bersama besok,” ujar Yvonne.

Meskipun demikian, Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian dan simpati yang ditunjukkan oleh berbagai negara sahabat. Mengutip penuturan Menteri Luar Negeri Sugiono, Yvonne menegaskan bahwa Indonesia sangat menghargai dukungan moral serta ucapan duka cita dari para mitra internasional di tengah masa sulit ini.

Meski begitu, fokus utama pemerintah saat ini tidak bergeser dari pemenuhan kebutuhan mendesak bagi para korban di lapangan. “Pemerintah RI memfokuskan seluruh penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dengan mengoptimalkan kapasitas serta sumber daya nasional yang kita miliki,” tuturnya.

Sebelumnya, respons siap bantu telah diutarakan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers pada 17 Agustus 2026. Lin menegaskan komitmen negaranya untuk mengulurkan tangan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan resmi dari Jakarta.

“China siap memberikan dukungan dan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” kata Lin.

Selain menyampaikan belasungkawa bagi para korban, Lin mengonfirmasi bahwa terdapat sejumlah warga negara China yang ikut terluka dalam peristiwa bencana tersebut. Konsulat Jenderal China di Denpasar telah mengaktifkan prosedur tanggap darurat konsuler guna mendampingi para korbannya.

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah perairan Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Getaran hebat tersebut turut dirasakan hingga ke Pulau Bali dan merusak ratusan rumah warga. Pembahasan lebih lanjut mengenai bantuan internasional berpotensi menjadi salah satu topik penting dalam agenda pertemuan bilateral mendatangkan.*